....Selamat untuk anakku Alifia Qurata Ayun wisuda Sarjana Farmasi.....

Selasa, 07 April 2009

Foto-foto Memanjat Kelapa dan Siwalan

Foto-foto Memanjat Kelapa dan Siwalan

by Dian Kusumanto


Perlengkapan pemanjatan dan pengambilan Nira Kelapa, pekerjaan yang resikonya amat tinggi


Para pemanjat berpose dulu dengan sang Juragan (Pak Beny) sebelum memanjat pohon kelapa

Tinggi pohon kelapa ini sudah di atas 10 meter, bahkan ada yang sekitar 20 meter.  Setiap hari yaitu pagi dan sore rata-rata petani atau perajin gula kelapa ini memanjat 50-60 pohon.


Pada saat turun dari atas pohon harus lebih hati-hati, justru resiko jatuh lebih besar karena selain ada beban tambahan yang harus dibawa, juga kalau turun biasanya agak cepat.

Pengangkutan Nira dari kebun ke tempat pemasakan Nira menjadi Gula dengan Sepeda Motor


Pemanjat ini menggunakan pembalut kaki berupa kain-kain agar kaki tidak sakit dan tidak licin.  Mestinya ada Sepatu khusus untuk memanjat pohon kelapa.

Membawa hasil pemanjatan dari sadapan tandan bunga kelapa berupa Nira dalam jerigen dan timba plastik

Memanggul jerigen 20-30 literan yang berisi Nira Kelapa


Kebun Kelapa di Desa Pondok Nongko Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi ini rata-rata pohonnya sudah tua dan tingginya sudah sekitar 15-20 meter.

Memanjat adalah pekerjaan harian.  Rata-rata pemanjat ini orangnya sehat-sehat, kekar dan kuat.  (Kalau sedang sakit kan nggak bisa manjat...)

Kalau ini pohon Siwalan atau pohon Lontar yang berjejer rapat, sehingga kanopi daun bisa saling ketemu

Jarak antar pohon sekitar 4 meteran, biasa juga para pemanjat menyeberang dari pohon ke pohon melalui pelepah daunnya yang saling bertemu.  Pelepah daun cukup kuat menahan beban pemanjat.

Para pemanjat pohon Siwalan dari Desa Boto, Kecamatan Semanding,  Kabupaten Tuban, Jawa Timur,  Indonesia.  Naah.. lengkap sudah alamatnya.

Pemanjat sedang beraksi di atas pelepah daun Siwalan yang cukup kuat dan kokoh.  Mereka banyak bekerja di udara di atas pohon kelapa, makanya mereka bisa disebut "pasukan Angkatan Udara".


Aktifitas di atas pohon Siwalan berpijak, duduk, berpegangan, bersandar, dll. dengan pelepah daunnya yang kokoh dan kuat.

Pada saat memanjat mereka membawa wadah-wadah Nira yang terbuat dari bumbung bambu yang disebut dengan Bonjor

Untuk memudahkan pemanjatan pada batang pohon Siwalan ditukak, sedikit dilubangi sekedar untuk tempat kaki berpijak saat memanjat


Memajat pohon setiap pagi sekitar jam 6-8 pagi dan jam 5-6 sore.


Pada saat turun dari pohon biasanya pemanjat malah membawa beban cukup berat berupa bumbung-bumbung bambu yang sudah berisi nira.  Pada saat turun pohon begini biasanya resiko untuk terpeleset malah lebih tinggi.  Hati-hati ya Pak!! Makanya niatnya dipasang untuk beribadah dalam rangka menafkahi & menghidupi keluarga, biar kita nggak sia-sia. 

1 komentar:

  1. Lokasinya di mana ya? Bs minta kontak person juragannya? Tlg kirim ke email arthaditya@yahoo.co.id

    Tks

    BalasHapus