....Selamat untuk anakku Alifia Qurata Ayun wisuda Sarjana Farmasi.....

Jumat, 01 Maret 2013

Satuan Pengukuran Luas Kebun Kelapa

Beberapa satuan luas

Berikut ini adalah beberapa satuan luas yang biasa dipakai sehari-hari. Ukuran yang berlaku nasional dan internasional bersifat eksak, sedangkan yang dipakai secara lokal dapat agak bervariasi.

Ukuran internasional dan nasional

  • meter persegi (m2)
  • are = tumbuk (di Jambi) = 100 meter persegi = 100 sentiare (ca)
  • hektare (ha) = 100 are = 10.000 meter persegi
  • kilometer persegi (km2) = 100 hektare = 10 000 are = 1.000.000 meter persegi
  • kaki persegi = 144 (= 12 × 12) inci persegi = 0.092 903 04 meter persegi
  • yard (ela) persegi = 9 (= 3 × 3) kaki persegi = 0.836 127 36 meter persegi
  • ekar (lebih dikenal di Malaysia) = acre = 10 rantai persegi (= satu furlong dikalikan satu rantai = 4.840 yard persegi = 43.560 kaki persegi = 4.046,856 422 4 meter persegi
  • mil persegi = 640 ekar = 2,589 988 110 336 kilometer persegi

Ukuran lokal Indonesia

Beberapa satuan luas (terutama untuk lahan) yang bersifat lokal dikenal di Indonesia.
  • ubin (nasional) = ru (Jawa Tengah) = tumbak/tombak (Jawa Barat) = 14,0625 (= 3,75 × 3,75) meter persegi
  • bahu (bau, bouw) = 500 ubin = 7.031,25 meter persegi (≈ 0,7 ha) (lihat artikelnya untuk variasi ukuran)
  • anggar (di Kalimantan Barat) ≈ 1/33 hektare
  • borong (di Kalimantan Barat) = 1/6 hektare
  • kesuk (di Jawa Mataraman), bervariasi dari 1.000 meter persegi hingga 1/6 hektare.
  • rakit (Pantura Jawa) ≈ 1.000 meter persegi
  • rantai (sebenarnya rantai persegi, dipakai di perkebunan Sumatera) = 484 (22 × 22) yard persegi = 404,685 644 24 meter persegi
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Luas

Asam Amino Dalam Nira Kelapa



Asam Amino Dalam Nira Kelapa


Di dunia perbumbuan (aka seasoning), ada sebuah produk yang bernama Coconut Aminos. Mungkin di Indonesia belum terlalu populer. Saya sendiri menemukan produk ini saat berselancar di internet.
Coconut aminos diproduksi oleh Coconut Secret, perusahaan yang sama dengan yang memproduksi Coconut Crystal (gula semut), Coconut Nectar (gula kelapa cair) dan Coconut Vinegar (cuka kelapa).
Seperti halnya gula kelapa, Coconut Aminos juga dibuat dari nira kelapa yang mengalami proses aging secara alami dan kemudian dicampur dengan garam laut yang kaya mineral.
 
Karena nira kelapa sendiri secara alami telah mengandung 17 asam amino, maka dari itulah, produk ini dinamai Coconut Aminos.  Coconut Aminos memang disebut sebagai kompetitor produk kecap yang berbasis kedelai. Penggunaannya pun mirip; untuk dressings, marinades, membuat tumisan atau untuk menikmati sushi.Artikel ini bukan hendak membahas lebih jauh mengenai Coconut Aminos, namun lebih kepada kandungan asam amino dalam nira kelapa.
Manfaat Asama Amino dalam Nira Kelapa
 
Asam amino kerap disebut sebagai "building block of protein".  Nira kelapa memiliki kandungan asam amino yang lebih tinggi dari yang terkandung dalam kecap. Ada 17 asam amino (esensial dan non esensial) yang sangat penting untuk meningkatkan fungsi sistem saraf dan otak, memperbaiki jaringan otot dan mendorong level energi dan sistem kekebalan tubuh.
 
Di bawah ini adalah ke-17 asam amino yang terkandung di dalam nira kelapa segar (dalam g/100 g).
1. Trytophan                : 1.27
2. Lysine                     : 0.32
3. Histidine                 : 1.19
4. Arginine                  : 0.35
5. Aspartic acid           : 11.22
6. Threonine                : 15.36
7. Serine                      : 8.24
8. Glutamic acid          : 34.20
9. Proline                     : 3.52
10. Glycine                  : 0.47
11. Alanine                  : 2.56
12. Valine                    : 2.11
13. Methionine            : trace
14. Isoleucine              : 0.38
15. Leucine                 : 0.48
16. Tyrosine                : 0.31
17. Phenylalanine        : 0.78
Beberapa manfaat mereka untuk kesehatan adalah;
1. Glutamic acid; meningkatkan fungsi otak, pencernaan dan kesehatan prostat.
2. Threonine, sebagai calming effeck dan pencegah stress.
3. Aspartic acid, membantu mengatur hormon dan berperan sebagai neurotransmitter. Kandungan asam amino jenis ini 11 kali lebih tinggi daripada dalam kecap.
4. Serine, membantu ingatan dan kesadaran agar lebih baik. Kandungan serine 8 kali lebih tinggi dibanding dalam kecap..
5. Proline, meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Kandungannya 2-3 kali lebih tinggi dibanding kecap.
6. Valine, memperbaiki proses perbaikan jaringan tubuh.
7. Alanine, menjaga keseimbangan glukosa dan membantu proses konversi gula dalam tubuh.
Isu dan Fakta Seputar Asam Amino dalam Nira Kelapa
Glutamic acid dan aspartic acid merupakan 2 dari 17 asam amino dalam nira kelapa. Kehadiran keduanya sempat mendapatkan pemberitaan miring di dunia kesehatan. Hal ini disebabkan karena turunan keduanya yang dianggap berbahaya; yakni mono sodium glutamate dan aspartam.
Faktanya, asam amino memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama asam amino yang tersedia secara alami. Akan tetapi, asam amino ini bisa saja diekstrak dan diisolasi dari bentuk alaminya, dan lalu mengalami berbagai macam proses kimia. Hasilnya bisa jadi asam amino tersebut berubah menjadi bahan beracun dan berbahaya.
 
Demikian juag dengan kasus glutamic acid dan aspartic acid berikut ini:
1. Berdasarkan penelitian, glutamic acid berguna untuk mencegah kanker dan menjaga kesehatan prostat. Glutamic acid bisa berubah menjadi mono sodium glutamate (MSG) yang berbahaya ketika garam glutamic acid dihidrolisa dengan menggunakan enzim, yeast atau bakteri tertentu sebagai katalis.
2. Untuk menjadikan aspartic acid menjadi aspartame (pemanis buatan yang kerap disebut sebagai biang kanker), harus dilakukan proses kimia tertentu dengan bantuan enzim, lantas diisolasi, diberi pelarut, difilter dan didistilasi.
Dalam pembuatan gula kelapa maupun Coconut Aminos, nira kelapa tidak akan ditempatkan dalam suatu kondisi yang bisa menyebabkan aspartic acid dan glutamic acid berubah menjadi senyawa yang berbahaya. Tidak ada proses kimia yang terlibat dalam pembuatan kedua produk tersebut, melainkan proses fisik.
Pembuatan gula kelapa hanya melibatkan proses sedimentasi dan evaporasi (menghilangkan kandungan air). Sedangkan Coconut Aminos hanya mengalami proses aging alami dan proses mixing dengan garam laut.
 
Sumber : http://coconutsyrup.blogspot.com/

Rabu, 05 Desember 2012

Melihat proses pembuatan Gula Kelapa di Thailand

 Melihat proses pembuatan Gula Kelapa di Thailand

 Palm Sugar: Tao Tan (Processing)














.
Sumber : http://khunbaobao.blogspot.com/2010/05/palm-sugar-tao-tan-processing.html

Sabtu, 27 Oktober 2012

Memanjat Kelapa dan mengolah menjadi Gula Merah

Melihat, Mengecap dan Menikmati Gula Jawa Dari Setiap Sisi

Oleh : Dhanang Dhave
1338255037523574527
Mengawali Pagi Dengan Melawan Gravitasi (dok.pri)
Pagi yang dingin, enaknya minum teh hangat sembari menikmati penganan “gemblong cothot”. Pagi ini di desa Koripan, Kab. Semarang di sebuah rumah kawan benar-benar dijamu bak tamu agung. Kue dari singkong yang di dalamnya diberi gula jawa, yang digoreng menjadi awalan obrolan pagi diselingi suara merdu burung-burung liar yang berkicau di pepohonan samping rumah. Sepintas tidak ada yang istimewa dari kue ini dari luar, tetapi begitu digigit lidah bak tersiram madu. Rasa manis memancar dan meleleh dalam lidah dan orang jawa bilang “mecothot”. Rasa manis gula jawa yang khas begitu terasa dan memberi sensasi yang berbeda dari sebuah singkong yang sedari awal dilihat dari bentuknya sudah tidak menarik.
Manisnya gula jawa mengawali hari ini untuk melihat bagaiaman gula dari kelapa ini dibuat. Usai menikmati gemblong cothot, lalu saya diajak dirumah pak Margono, yang hanya berjarak sekitar 50meter dan dibatasi kebun kopi arabica yang sudah memerah buahnya. Disela-sela tanaman kopi ini menjulang tinggi beberapa tanaman kelapa. Tujuan saya adalah melihat proses penyadapan nira kelapa dan proses pembuatan gula merahnya. Sedikit terkejut tiba-tiba dari atas ada benda-benda kecil yang berjatuhan berwarna kuning, ternyata adalah manggar atau bunga kelapa. Diatas sana Pak Margono yang sudah berusia 60 tahun beratraksi diantara pelepah-pelepah kelapa.
13382551081290785286
Perlu Pengalaman, Kebiasaan, Kepercayaan dan keberanian (dok.pri)
Usia yang sudah uzur tak menghalanginya untuk melawan gravitasi dan nampak sangat lincah. Jujur dari dalam diri saya merinding juga melihat aksinya yang tanpa alat pengaman dan seolah percaya apa yang dilakukannya aman. Saya yang biasa manjat tebing, dengan pengaman tubuh dan tali serta peralatan yang bersertifikat aman masih saja gemetaran dan keringat dingin jika berhadapan dengan ketinggian dan gravitasi. Dengan cekatan belia naik turun pohon, dan melompat-lompat diantara pelepah hanya dengan pijakan kedua kaki sedang tangannya sibuk menuangkan nira dan menorehkan luka pada mayang dengan sabit tajamnya.
133825518635030036
Asap Dapur Mengawali Manisnya Asa Pagi (dok.pri)
Bumbung-bumbung (tabun dari bambu) nampak bergelantungan dipinggang bagian belakang untuk membawa nira hasil sadapan. Di dapur, Ibus Sunarti 57tahun. Istri pak Margono ternyata sudah menyalakan api di pawon “tungku perapian” bersiap untuk mengolah nira-nira menjadi gula jawa. Begitulah keseharian dari keluarga sederhana ini untuk memanfaatkan sumber daya alam untuk menopang kehidupan saban harinya. Manisnya gula jawa ikut memaniskan kehidupan yang turun-temurun memanfaatkan nira sebagai topangan hidupnya.
Nira atau legen dalam bahasa jawa yang artinya “legi/manis” adalah hasil sekresi dari tumbuhan dari keluarga Palmae, seperti; Kelpa, Lontar, Aren, Kurma, Sawit, sagu dan lain sebagainya. Nira yang biasa disadap dibeberapa tempat menjadi beberapa produk turunannya, antara lain; tuak/minuman keras, asam cuka, bioethanol dan gula jawa. Gula Jawa adalah salah satu produk turunan dari nira sebagai salah satu diversivikasi produk olahan dan pengawetan bahan pangan. Gula merah mengandung kalori 389 kalori/100 gram sehingga bisa menjadi sumber energi.
Nira dihasilkan oleh tumbuhan yang berhijau daun dan digunakan dalam metabolisme dari tanaman.  Beberapa jenis tanaman nira disimpan dalam akar, batang, bunga dan buah dalam bentuk sukrosa, glukosa atau fruktosa. Tumbuhan mempunyai mekanisme untuk berkembang biak, yakni dengan berbunga, berbuah dan berbiji. Mayang atau bunga kelapa yang masih kuncup adalah cikal bakal buah kelapa, lewat sebuah pengetahuan masa lalu ternyata bisa menghasilkan cairan manis yang disebut nira. Nira sebenarnya adalah nutrisi yang dihasilkan oleh kelapa yang nantinya akan dikirim ke bunga untuk dipersiapkan pada saat pembuahan dan akhirnya menjadi buah. Konsekuensi logis dari penyadapan nira adalah kegagalan dari pembentukan bunga dan buah, sehingga kelapa tidak akan menghasilkan buah.
Penyadapan diawali dengan memilih mayang lalu dengan benda tumpul dipukul-pukul secara merata. Secara fisiologis pemukulan ini bertujuan untuk melunakan pori-pori atau menceraiberaikan sel-sel sehingga nantinya sekresi berupa sukrosa yang nantinya menjadii nira akan mudah keluar. Setelah dipukul-pukul kemudian bagian ujung mayang dilukai dengan cara  menoreh dengan sabit yang tajam. Dalam membuat luka harus benar-benar rata agar hasilnya baik.
Usai dilukai maka akan menetes cairan yang disebut nira tersebut lalu ditampung dengan bumbung dari bambu dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Dalam sehari bisa menghasilkan sekitar 1 liter nira. Setiap hari dilakukan penorehan lagi untuk membuat luka yang baru. Tumbuhan secara otomatis akan ada regenerasi sel untuk menutup luka dan menghentikan keluarnya nutrisi dari dalam tubuhnya, sehingga akan terus dihasilkan nira.
Bumbung yang digunakan tidak sembarangan, tetapi harus benar-benar diperhatikan untuk tetap menjaga kualitas nira. Nira adalah sukrosa yang memiliki kadar gula yang melimpah dan menjadi makanan empuk bagi mikroorganisme. Jika nira sudah dihinggapi mikroorganisme maka nira tersebut akan rusak, karena gula akan diubah menjadi asam cuka atau alkohol. Sehabis penyadapan biasanya bumbung akan di cuci dan diguyur dengan air panas, tujuannya adalah untuk mematikan mikroorganisme.
Saat hendak digunakan untuk menyadap biasanya bumbung akan ditambah kapur sirih sebanyak seujung sendok. Tujuan pemberian kapur yang konon perintah dari nenek moyang yang terus turun-temurun adalah untuk menjaga kualitas nira. Kapur sebagai bahan pengawet disebabkan oleh terbentuknya kalsium hidroksida yang bersifat desinfektan. Kalsium hidroksida mampu menggumpalkan protein dan asam nukleat serta merusak dinding sel mikroba. Selain itu kapur juga berfungsi sebagai larutan penyangga untuk mempertahankan derajat keasaman nira “pH” sekitar 6-7, sebab nira dikatakan rusak jika pH kurang dari 6 ditandai rasa yang masam. Biasanya nira yang dipanen sore hari akan direbus hingga mendidih yang berguna untuk mematikan mikroorganisme sebelum diproses pada esok harinya,
13382552751459366532
Karamelisasi (dok.pri)
Proses selanjutnya adalah pembuatan gula merah yakni dengan proses evaporasi/penguapan pada suhu tinggi. Pada fase ini terjadi karamelisasi, yakni penggumpalan gula menjadi lebih pada karena kadar air berkurang. karamelisasi dilakukan dengan cara merebus nira dalam wajan yang dipanaskan dalam pawon. Setelah sekitar 2 jam pemanasan, maka akan diketahui gula sudah jadi atau belum dengan cara meneteskan cairan karamel dalam air dingin. Apabila sudah menggumpal dan keras didalam air berarti sudah siap jadi gula, jika belum atau masih lunak berarti kadar air masih tinggi. Proses ini dibutuhkan kecermatan dan ketelitian, maka pengalaman adalah mutlak diperlukan agar kualitas gula benar-benar bagus. Jangan sampai gula masih lunak atau gosong karena terlalu lama dipanaskan. Setelah dirasa cukup maka gula akan dicetak dalam tempurung kelapa yang sebelumnya dibasahi dengan air supaya tidak lengket. butuh waktuk sekitar 2 jam agar gula menjadi dingin dan siap untuk dikemas.
13382553191119442830
Rejeki Tiap Hari(dok.pri)
Menjadi pertanyaan, resiko penyadapan nira adalah gagalnya kelapa untuk berbuah karenan bunganya disadap. Tidak semua pohon kelapa disadap, hanya beberapa saja yang disadap dan sisanya dibiarkan berbuah. Jika dihitung nilai ekonomisnya penyadapan jauh memiliki nilai tambah jika dibandingkan dengan menjual buah kelapa. Nira setiap hari bisa menghasilkan 1-liter tiap pohonnya, dan menjadi gula sekitar 1-2ons. Harga 1kg gula jawa sekitar 12-15ribu, jika saja setiap hari menghasilkan 2kg maka 30ribu sudah ditangan setiap harinya. Penyadapan bisa dilakukan setiap hari sepanjang tahun, sehingga penghasilan harian bisa digantungkan dari nira daripada nunggu buah kelapa. Resiko buah kelapa juga tidak mudah, ancaman dari Tupai salah satunya. Biaya produksi nira juga sangat minim, bahkan orang desa tidak pernah menganggarkannya. Ongkos memanjat, menyadap hingga memasak tidak masuk dalam hitungan karena dilakukan sendiri, dan keuntungan bersih langsung dari hasil penjualan gula merah.
13382553681234954352
Minimnya Generasi Muda yang Mau Bercengkrama dengan Tingginya Pohon Kelapa (dok.pri)
Sebuah kearifan lokal yang semula susah dijelaskan secara logika kini terkuak sudah. Semula saat tanya mengapa perlu ditambah kapur sirih, mengapa harus dipukul-pukul mayangnya, mengapa harus dipanaskan dahulu bumbung-bumbungnya, mengapa sore hari merebus hingga mendidih dan masih banyak pertanyaan lainnya. Mencoba menguak sisi ilmiah dari setiap kearifan lokal baik dari sisi sains, ekonomi dan sosial budaya.

Sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2012/05/29/melihat-mengecap-dan-menikmati-gula-jawa-dari-setiap-sisi/

Jumat, 23 Maret 2012

BIODIESEL BBM Alternatif dari Kelapa

BBM Alternatif dari Kelapa

Buah kelapa tak hanya diolah menjadi minyak goreng atau santan. Cairan dari buah serbaguna itu ternyata juga bisa menggantikan solar. Bahan bakar minyak dari buah kelapa kini tengah diproduksi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Bahan bakar alternatif itu bisa digunakan oleh masyarakat umum dan merupakan sumber energi bagi alat pertahanan-keamanan milik TNI. PT Incofact Bio-Energy Baluran adalah perusahaan yang memproduksi bahan bakar minyak alternatif itu.

"Teknologi biodiesel dari bahan baku utama buah kelapa semoga akan menjawab kelangkaan bahan bakar minyak solar di Indonesia," kata Wakil Komandan Komando Pendidikan Angkatan Laut Brigadir Jenderal Marinir Slamet Santoso.

Slamet berharap teknologi ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Hal itu disampaikannya seusai penandatanganan kontrak kerja sama PT IBB Situbondo dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Teknologi Tinggi Angkatan Laut di Situbondo, Jumat lalu.

Menurut Mohammad Yahya Arif, direktur perusahaan yang berlokasi di Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, teknologi PT Indonesia Coconut Factory Bio-Energy Baluran dikelola secara manual. "Kapasitas produksi kami setiap hari hanya sekitar 200 liter solar," katanya.

Untuk sementara, hasil produksi tersebut masih dikonsumsi warga sekitar. Sejak awal 2006, warga menggunakan solar-kelapa itu untuk bahan bakar diesel mesin perahu dan diesel untuk pengairan atau irigasi sawah.

Kelebihan biodiesel asal kelapa ini, selain ramah lingkungan, harganya relatif murah. "Kami membeli Rp 4.000 per liter, lumayan menghemat biaya untuk melaut," tutur Fathur Dasuki, 38 tahun, salah seorang nelayan warga Desa Sumberrejo.

Limbah tempurung kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alat pendorong roket. Kelebihan inilah yang membuat teknologi biodiesel dilirik oleh lembaga penelitian milik Angkatan Laut itu.

"Apalagi Indonesia merupakan penghasil buah kelapa, jadi kita bisa langsung memanfaatkan potensi alam itu untuk menghemat energi, terutama untuk menjawab kelangkaan BBM solar," kata Kolonel Laut (E) Yosef Mursyidi, Komandan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Teknologi Tinggi Angkatan Laut.

Sumber : http://alternatifbbm.blogspot.com/

Selasa, 26 April 2011

Mengapa Rasa Manis Gula Tebu Membuat Anda Kecanduan?

Mengapa Rasa Manis Gula Tebu Membuat Anda Kecanduan?

gula_pasir_620_4

Gigi dan rasa manis selama ini selalu dihadap-hadapkan sebagai dua kata yang “bermusuhan”. Padahal rasa manis merupakan “kebutuhan” harian terutama anak-anak, namun tak terkecuali dewasa. Sedangkan gosok gigi adalah aktivitas yang sering menjadi rutinitas yang perlu diperjuangkan pada anak-anak.

Kita membutuhkan makan makanan yang tinggi nilai nutrisinya untuk kebutuhan energi untuk melewati tantangan fisik setiap hari. Rasa manis yang dimakan terutama dari buah-buahan yang mengandung nutrisi bermanfaat, enzim dan banyak phytochemical untuk membuat kita menjadi sehat dan kuat. Maka pada saat itu, lingkungan manis pada gigi bukanlah hal yang buruk, jadi biarkan anak-anak atau anda sendiri mengkonsumsinya.

Tetapi sekarang, keinginan menikmati rasa manis tidak selalu dijawab dengan sepotong buah yang bergizi. Kebiasaan sudah bergeser, sesnsai rasa manis sekarang dipenuhi dengan ramuan yang diproses berupa makanan, es krim, atau makanan dan minuman penutup lainnya yang tidak lagi mendukung kesehatan dan menjadi badan lebih kuat. Namun demikian, rasa manis gula tebu tetap menjadi daya tarik sebagian besar orang untuk tujuan memenuhi kebutuhan “rasa” manis di lidah tersebut.

Tetapi bagi banyak orang, gula telah hampir sepenuhnya diganti dengan makanan padat gizi “olahan” yang menimbulkan masalah obesitas dan masalah kesehatan. Rasa manis gula tebu memang seharusnya telah diganti dengan gula yang aman dikonsumsi dan tidak menyebabkan kegemukan dan masalah kesehatan lainnya, yaitu gula jawa atau gula kelapa atau gula merah kelapa.

Sensasi manis alami
Intinya adalah bahwa kita telah didesain untuk memiliki gigi manis, atau gigi dengan lingkungan yang manis. Alam telah menyediakan sarana untuk memuaskan nafsu kita melalui kelimpahan buah-buahan. Buah menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk energi tubuh dan untuk tetap sehat dan baik. Buah adalah makanan utuh, dan dengan demikian memiliki integritas lengkap.

Orang-orang yang ketagihan dengan rasa manis terutama sensasi rasa manis gula olahan bisa menghentikan kebiasaan tersebut dengan menggantikan buah dan sayuran. Selain itu, gula kelapa menjadi alternatif lain terbaik untuk menggantikan gula tebu, gula jagung dan gula-gula lainnya.

Ketika Anda membuat keputusan untuk menyerah pada gula tebu misalnya (yang hanya mengandung glukosa dan memberikan sensasi rasa manis saja), Anda sebenarnya telah membayar untuk membuat Anda menghabiskan uang Anda dan memperoleh risiko bahaya kesehatan bagi Anda. Melepaskan diri dari situasi seperti ini adalah aktivitas yang membutuhkan perjuangan tersendiri karena ini sudah menjadi habit anda, karena efek kecanduan tidak disadari telah menggerogoti sisi sensasi di lidah anda.

Sumber : http://gulapasirmerah.com/mengapa-rasa-manis-gula-tebu-membuat-anda-kecanduan.html

Kenapa Gula Kelapa Lebih Sehat Dari Gula Aren?

Kenapa Gula Kelapa Lebih Sehat Dari Gula Aren?

gula_500_4

Apabila anda mencari informasi terkait nilai glikemik indek gula kelapa, atau gula merah atau gula jawa cukup mudah karena tersedia di banyak media, blog atau hasil penelitian yang diposting di internet misalnya disini. Gula kelapa memiliki indeks glikemik 35.

Sedangkan kalau anda mencari indeks glikemik gula aren, mungkin akan mengalami sedikit kesulitan, kecuali anda langsung ke sini, yang merupakan hasil penelusuran dari beberapa media dan buku. Disebutkan bahwa nilai indeks glikemik indeks gula aren adalah 70 (kategori “merah” aliasn tinggi).

Apakah berbeda gula kelapa dengan gula aren?
Gula kelapa sangat berbeda dengan gula aren. Material bahan dasar pembuatannya saja sudah berbeda. Gula kelapa dibuat dari nira pohon kelapa, sedangkan gula aren dibuat dari nira pohon aren (pohon kolang-kaling).

Hal ini berpengaruh pada komposisi masing-masing gula dimaksud. Komposisi gula kelapa dapat dipelajari disini, sedangkan komposisi gula aren dapat dicari disini.

Indeks Glikemik
Perbedaan komposisi gula kelapa dan gula aren jelas akan membuat perbedaan indeks glikemik-nya karena indeks glikemik diukur berdasarkan komposisi produk dimaksud, diantaranya kandungan gula-nya. Menurut Sarwono W (2002), cara pengolahan (tingkat gelatinisasi pati dan ukuran partikel), perbandingan amilosa dan amilopektin dankandungan gizi pangan sangat berpengaruh pada indeks glikemik produk dimaksud.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa antar pohon kelapa saja dapat menghasilkan gula yang indeks glikemiknya berbeda, apalagi kalau dibandingkan dengan gula aren yang jenis pohonnya saja berbeda. Kalau anda mencari informasi melalui google mengenai glikemik indek anda akan menemukan beberapa informasi yang menyatakan bahwa indeks glikemik gula aren adalah 35. Padahal informasi tersebut diambil dari indeks glikemik gula kelapa. Saya khawatir mereka salah mensitir informasi karena kesulitan mendapatkan informasi mengenai indeks glikemik gula aren, akhirnya menyamakan dengan indeks glikemik gula kelapa.

Apabila hal tersebut yang dilakukan, jelas sangat menyesatkan bagi para pelaku diet yang memburu gula dengan indeks glikemik rendah seperti gula kelapa, karena faktanya gula aren mempunyai indkes glikemik yang sangat tinggi, yaitu 70.

Kesimpulan
Dari pembahasan mengenai glikemik indek antara gula kelapa dan gula ren di atas, kami simpulkan bahwa gula kelapa lebih sehat dibandingkan gula aren karena gula kelapa memiliki indeks glikemik yang jauh lebih rendah dari gula aren. Indeks glikemik gula kelapa adalah 35, sedangkan indeks glikemik gula aren adalah 70.

Sumber : http://gulapasirmerah.com/kenapa-gula-kelapa-lebih-sehat-dari-gula-aren.html