<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241</id><updated>2012-01-15T15:32:35.614-08:00</updated><title type='text'>kebun kelapa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-3446405622773147013</id><published>2011-04-26T04:07:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T04:08:41.432-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Rasa Manis Gula Tebu Membuat Anda Kecanduan?</title><content type='html'>&lt;h2 class="title"&gt;Mengapa Rasa Manis Gula Tebu Membuat Anda Kecanduan?&lt;/h2&gt;        &lt;div class="postdate"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                                             &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 477px; height: 244px;" src="http://gulapasirmerah.com/wp-content/uploads/2011/04/gula_pasir_620_4-300x154.jpg" class="alignleft post_thumbnail wp-post-image" alt="gula_pasir_620_4" title="gula_pasir_620_4" /&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p&gt;Gigi  dan rasa manis selama ini selalu dihadap-hadapkan sebagai dua kata yang  “bermusuhan”. Padahal rasa manis merupakan “kebutuhan” harian terutama  anak-anak, namun tak terkecuali dewasa. Sedangkan gosok gigi adalah  aktivitas yang sering menjadi rutinitas yang perlu diperjuangkan pada  anak-anak.&lt;strong&gt;&lt;span id="more-23"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita membutuhkan makan makanan yang tinggi nilai nutrisinya untuk  kebutuhan energi untuk melewati tantangan fisik setiap hari.  Rasa manis  yang dimakan terutama dari buah-buahan yang mengandung nutrisi  bermanfaat, enzim dan banyak phytochemical untuk membuat kita menjadi  sehat dan kuat. Maka pada saat itu, lingkungan manis pada gigi bukanlah  hal yang buruk, jadi biarkan anak-anak atau anda sendiri  mengkonsumsinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi sekarang, keinginan menikmati rasa manis tidak selalu dijawab  dengan sepotong buah yang bergizi.   Kebiasaan sudah bergeser, sesnsai  rasa manis sekarang dipenuhi dengan ramuan yang diproses berupa makanan,  es krim, atau makanan dan minuman penutup lainnya yang tidak lagi  mendukung kesehatan dan menjadi badan lebih kuat. Namun demikian, rasa  manis gula tebu tetap menjadi daya tarik sebagian besar orang untuk  tujuan memenuhi kebutuhan “rasa” manis di lidah tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi bagi banyak orang, gula telah hampir sepenuhnya diganti dengan  makanan padat gizi “olahan” yang menimbulkan masalah obesitas dan  masalah kesehatan.  Rasa manis gula tebu memang seharusnya telah diganti  dengan gula yang aman dikonsumsi dan tidak menyebabkan kegemukan dan  masalah kesehatan lainnya, yaitu gula jawa atau gula kelapa atau gula  merah kelapa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sensasi manis alami&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah bahwa kita telah didesain untuk memiliki gigi manis, atau  gigi dengan lingkungan yang manis.  Alam telah menyediakan sarana untuk  memuaskan nafsu kita melalui kelimpahan buah-buahan.  Buah menyediakan  nutrisi yang diperlukan untuk energi tubuh dan untuk tetap sehat dan  baik. Buah adalah makanan utuh, dan dengan demikian memiliki integritas  lengkap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang-orang yang ketagihan dengan rasa manis terutama sensasi rasa  manis gula olahan bisa menghentikan kebiasaan tersebut dengan  menggantikan buah dan sayuran.  Selain itu, gula kelapa menjadi  alternatif lain terbaik untuk menggantikan gula tebu, gula jagung dan  gula-gula lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika Anda membuat keputusan untuk menyerah pada gula tebu misalnya  (yang hanya mengandung glukosa dan memberikan sensasi rasa manis saja),  Anda sebenarnya telah membayar untuk membuat Anda menghabiskan uang Anda  dan memperoleh risiko bahaya kesehatan bagi Anda. Melepaskan diri dari  situasi seperti ini adalah aktivitas yang membutuhkan perjuangan  tersendiri karena ini sudah menjadi habit anda, karena efek kecanduan  tidak disadari telah menggerogoti sisi sensasi di lidah anda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : http://gulapasirmerah.com/mengapa-rasa-manis-gula-tebu-membuat-anda-kecanduan.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-3446405622773147013?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/3446405622773147013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/04/mengapa-rasa-manis-gula-tebu-membuat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/3446405622773147013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/3446405622773147013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/04/mengapa-rasa-manis-gula-tebu-membuat.html' title='Mengapa Rasa Manis Gula Tebu Membuat Anda Kecanduan?'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-7325644707133765298</id><published>2011-04-26T04:05:00.001-07:00</published><updated>2011-04-26T04:06:25.345-07:00</updated><title type='text'>Kenapa Gula Kelapa Lebih Sehat Dari Gula Aren?</title><content type='html'>&lt;h2 class="title"&gt;Kenapa Gula Kelapa Lebih Sehat Dari Gula Aren?&lt;/h2&gt;        &lt;div class="postdate"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                                             &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 498px; height: 278px;" src="http://gulapasirmerah.com/wp-content/uploads/2011/04/gula_500_4-300x168.jpg" class="alignleft post_thumbnail wp-post-image" alt="gula_500_4" title="gula_500_4" /&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p&gt;Apabila  anda mencari informasi terkait nilai glikemik indek gula kelapa, atau  gula merah atau gula jawa cukup mudah karena tersedia di banyak media,  blog atau hasil penelitian yang diposting di internet misalnya &lt;a href="http://www.fnri.dost.gov.ph/"&gt;disini&lt;/a&gt;.  Gula kelapa memiliki indeks glikemik 35.  &lt;span id="more-158"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan kalau anda mencari indeks glikemik gula aren, mungkin akan mengalami sedikit kesulitan, kecuali anda langsung &lt;a href="http://www.sehatsetiaphari.com/nilai-glikemik-indeks-gula-aren-adalah-70-bukan-35.html"&gt;ke sini&lt;/a&gt;,  yang merupakan hasil penelusuran dari beberapa media dan buku.   Disebutkan bahwa nilai indeks glikemik indeks gula aren adalah 70  (kategori “merah” aliasn tinggi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah berbeda gula kelapa dengan gula aren?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gula kelapa sangat berbeda dengan gula aren.  Material bahan dasar  pembuatannya saja sudah berbeda.  Gula kelapa dibuat dari nira pohon  kelapa, sedangkan gula aren dibuat dari nira pohon aren (pohon  kolang-kaling).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini berpengaruh pada komposisi masing-masing gula dimaksud. Komposisi gula kelapa dapat dipelajari &lt;a href="http://indonesianpalmsugar.com/nutrition-fact"&gt;disini&lt;/a&gt;, sedangkan komposisi gula aren dapat dicari &lt;a href="http://www.fnri.dost.gov.ph/"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Indeks Glikemik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan komposisi gula kelapa dan gula aren jelas akan membuat  perbedaan indeks glikemik-nya karena indeks glikemik diukur berdasarkan  komposisi produk dimaksud, diantaranya kandungan gula-nya.  Menurut  Sarwono W (2002), cara pengolahan (tingkat gelatinisasi pati dan ukuran  partikel), perbandingan amilosa dan amilopektin dankandungan gizi pangan  sangat berpengaruh pada indeks glikemik produk dimaksud.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa sumber menyebutkan bahwa antar pohon kelapa saja dapat  menghasilkan gula yang indeks glikemiknya berbeda, apalagi kalau  dibandingkan dengan gula aren yang jenis pohonnya saja berbeda.  Kalau  anda mencari informasi melalui google mengenai glikemik indek anda akan  menemukan beberapa informasi yang menyatakan bahwa indeks glikemik gula  aren adalah 35.  Padahal informasi tersebut diambil dari indeks glikemik  gula kelapa.  Saya khawatir mereka salah mensitir informasi karena  kesulitan mendapatkan informasi mengenai indeks glikemik gula aren,  akhirnya menyamakan dengan indeks glikemik gula kelapa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila hal tersebut yang dilakukan, jelas sangat menyesatkan bagi  para pelaku diet yang memburu gula dengan indeks glikemik rendah seperti  gula kelapa, karena faktanya gula aren mempunyai indkes glikemik yang  sangat tinggi, yaitu 70.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan mengenai glikemik indek antara gula kelapa dan gula ren di atas, kami simpulkan bahwa &lt;strong&gt;gula kelapa lebih sehat&lt;/strong&gt;  dibandingkan gula aren karena gula kelapa memiliki indeks glikemik yang  jauh lebih rendah dari gula aren.  Indeks glikemik gula kelapa adalah  35, sedangkan indeks glikemik gula aren adalah 70.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : http://gulapasirmerah.com/kenapa-gula-kelapa-lebih-sehat-dari-gula-aren.html&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-7325644707133765298?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/7325644707133765298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/04/kenapa-gula-kelapa-lebih-sehat-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/7325644707133765298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/7325644707133765298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/04/kenapa-gula-kelapa-lebih-sehat-dari.html' title='Kenapa Gula Kelapa Lebih Sehat Dari Gula Aren?'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-3944900103896210167</id><published>2011-04-26T04:01:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T04:03:06.857-07:00</updated><title type='text'>Pengertian Indeks Glikemik dan Muatan Glikemik (Glychemic Load)</title><content type='html'>&lt;h2 class="title"&gt;Pengertian Indeks Glikemik dan Muatan Glikemik (Glychemic Load)&lt;/h2&gt;        &lt;div class="postdate"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                                             &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 482px; height: 269px;" src="http://gulapasirmerah.com/wp-content/uploads/2011/04/GI_500-300x168.jpg" class="alignleft post_thumbnail wp-post-image" alt="GI_500" title="GI_500" /&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p&gt;Indeks glikemik (glycemic index/GI)&lt;br /&gt;Adalah besaran angka yang digunakan untuk mengukur kecepatan makanan  diserap tubuh menjadi gula darah. Semakin tinggi indeks glikemik,  semakin cepat dampaknya terhadap kenaikan gula darah. Cara menentukan  indeks glikemik suatu makanan adalah dengan cara memberi subyek  (manusia) diberi porsi makanan tunggal, kemudian gula darah mereka  diukur setelah waktu tertentu.  Itulah nilai klikemik indek makanan  dimaksud.&lt;span id="more-130"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Muatan glikemik (glycemic load)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adalah ukuran potensial sebuah makanan pengaruhnya terhadap gula darah  ketika dikonsumsi.  Sebuah makanan mungkin memiliki indeks glikemik  tinggi tetapi jika kandungan karbohidrat per rata-rata penyajian tidak  berlebihan, maka tidak akan berdampak signifikan pada gula darah.  Dalam  hal ini maka muatan glikemik makanan tersebut adalah rendah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhitungan muatan glikemik dilakukan dengan cara melakukan perkalian atas indeks glikemik suatu makan dengan jumlah &lt;strong&gt;karbohidrat non-serat&lt;/strong&gt; dalam satu porsi, hasil perhitungannya bagi dengan 100.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kriteria muatan glikemik &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Tinggi : 20 ke atas&lt;br /&gt;2. Medium : 10-19&lt;br /&gt;3. Rendah : kurang dari 10&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kriteria glikemik indeks&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Rendah : kurang dari 56&lt;br /&gt;2. Medium : antara 56 s.d. 69&lt;br /&gt;3. Tinggi : diatas angka 69.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh indeks glikemik beberapa bahan makanan misalnya cola 90, apel 54, &lt;a href="http://www.sehatsetiaphari.com/nilai-glikemik-indeks-gula-aren-adalah-70-bukan-35.html"&gt;gula kelapa 35&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pilihlah bahan makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah,  sehingga aman dikonsumsi harian dalam jumlah yang cukup.  Namun  demikian, apabila anda baru saja olah raga atau buka puasa dan  membutuhkan glukosa dalam jumlah cukup, maka bahan makanan dengan indeks  glikemik medium dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gula tubuh  anda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : http://gulapasirmerah.com/pengertian-indeks-glikemik-dan-muatan-glikemik-glychemic-load.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-3944900103896210167?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/3944900103896210167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/04/pengertian-indeks-glikemik-dan-muatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/3944900103896210167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/3944900103896210167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/04/pengertian-indeks-glikemik-dan-muatan.html' title='Pengertian Indeks Glikemik dan Muatan Glikemik (Glychemic Load)'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-3159406531385302622</id><published>2011-04-26T03:59:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T04:00:49.666-07:00</updated><title type='text'>Gula Kalapa Secara Alami Memang Sehat, Apalagi Dibudidayakan Secara Organik!</title><content type='html'>&lt;h2 class="title"&gt;Gula Kalapa Secara Alami Memang Sehat, Apalagi Dibudidayakan Secara Organik!&lt;/h2&gt;        &lt;div class="postdate"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                                             &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 485px; height: 271px;" src="http://gulapasirmerah.com/wp-content/uploads/2011/04/gula_pasir_daun1-300x168.jpg" class="alignleft post_thumbnail wp-post-image" alt="gula_pasir_daun" title="gula_pasir_daun" /&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://gulapasirmerah.com/ingin-sehat-ganti-pemanis-anda-dengan-gula-jawa.html"&gt;Gula jawa&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;  sudah secara turun temurun digunakan sebagai pemanis sehat sejak jaman  nenek moyang kita.  Tak heran mereka lebih sehat dan panjang umur  dibandingkan kebanyakan orang saat ini yang beralih ke gula “tidak  sehat”. Pertanyaannya, kenapa gula gula jawa masuk kategori sehat?&lt;span id="more-237"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Komposisi Gula&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan gula tebu yang hanya mengandung sederhana, gula jawa mengandung gula sederhana dan gula komplek.  Komposisi gula &lt;a href="http://gulapasirmerah.com/sukrosa-menempati-85-gula-kompleks-pada-gula-pasir-merah-organik.html"&gt;komplek &lt;/a&gt;pada gula jawa mencapai sekitar 85% dan gula sederhana sekitar 5% (glukosa dan fruktosa, atau gula invert).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini berarti hanya 5% saja gula yang akan langsung terserat tubuh dan  menjadi gula darah.  Sisanya, gula komplek akan terurai menjadi gula  sederhana dahulu untuk kemudian dapat diserap tubuh. Hal inilah salah  satu alasan yang membuat gula jawa masuk kategori sehat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Indeks Glikemik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Komposisi kimia yang seperti penjelasan diatas membuat indeks glikemik  gula jawa sangat rendah, yaitu nilainya 35.  Nilai ini berbeda dengan  nilai indeks glikemik &lt;a href="http://gulapasirmerah.com/kenapa-gula-kelapa-lebih-sehat-dari-gula-aren.html"&gt;gula aren&lt;/a&gt; yang nilainya setara dengan indeks glikemik gula tebu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indeks glikemik adalah skala angka untuk memprediksi kemungkinan zat  makanan tersebut dapat mendongkrak gula darah.  Semakin rendah nilainya,  maka zat makanan tersbeut dikatgorisasikan sebagai makanan aman  dikonsumsi harian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Predikat Organik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Budidaya pertanian &lt;a href="http://gulapasirmerah.com/definisi-produk-organik-dan-sertifikasi-organik-gula-pasir-merah-organik.html"&gt;organik &lt;/a&gt;telah  “membersihkan” beberapa “kontaminan-kontaminan” yang adalah baik dalam  tanaman itu sendiri juga dalam produk yang dihasilkan.  Kontaminan  dimaksud antara lain adalah hormon buatan, zat pengatur tumbuh buatan,  pupuk kimiawi, pestisida dan senyawa-senyawa anorganik lainnya.  Juga  perlakuan rekayasa genetik diduga memberi kontribusi “kontaminan”  tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gula pasir merah organik merk Javasugar 100% terbuat dari nira kelapa  hasil budidaya pertanian organik, sehingga produk ini menjadi pemanis  paling aman saat ini.  Gula jawa (gula yang benar-benar dari pulau Jawa)  saat ini menjadi gula paling favorit di Amerika dan Eropa (ekspor dari  Indonesia).  Apakah anda masih mau mencari-cari pemanis lain yang mereka  saja sudah tinggalkan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : http://gulapasirmerah.com/gula-kalapa-secara-alami-memang-sehat-apalagi-dibudidayakan-secara-organik.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-3159406531385302622?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/3159406531385302622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/04/gula-kalapa-secara-alami-memang-sehat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/3159406531385302622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/3159406531385302622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/04/gula-kalapa-secara-alami-memang-sehat.html' title='Gula Kalapa Secara Alami Memang Sehat, Apalagi Dibudidayakan Secara Organik!'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-4850646542985607366</id><published>2011-04-26T03:52:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T03:57:35.761-07:00</updated><title type='text'>Inilah Perbedaan Utama Gula Kelapa (Gula Merah) dan Gula Aren</title><content type='html'>&lt;h2 class="title"&gt;Inilah Perbedaan Utama Gula Kelapa (Gula Merah) dan Gula Aren&lt;/h2&gt;        &lt;div class="postdate"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                                             &lt;img src="http://gulapasirmerah.com/wp-content/uploads/2011/04/GI_500_31-300x168.jpg" class="alignleft post_thumbnail wp-post-image" alt="GI_500_3" title="GI_500_3" height="168" width="300" /&gt;        &lt;p&gt;Kita tahu bahwa gula aren berbeda dengan gula kelapa (sering disebut gula jawa atau gula merah) dalam hal :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Sumber niranya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gula kelapa dibuat dari nira pohon kelapa, sedangkan gula aren dibuat dari nira pohon aren.&lt;span id="more-266"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Komposisi kimianya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Komposisi gula sederhana dan gula komplek antara gula aren dan gula  kelapa sangat berbeda. Juga kandungan zat gizi dan non gizinya sangat  berbeda.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;3. Sifat fisiknya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sifat fisik yang mencolok perbedaannya adaah warnanya. Gula  aren lebih gelap dibandingkan gula kelapa. Apalagi gula aren yang  berasal dari Banten, relatif lebih gelap dibandingkan gula kelapa. Hal  ini terkait dengan proses pemanenan nira aren dan pengoahannya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;4. Sifat organoleptiknya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya keunggulan dari gula aren jika dibandingkan dengan gula  kelapa adalah aromanya. Aroma gula aren sangat khas keharumannya  sehingga digunakan dalam pembuatan beberapa minuman khas daerah seperti  bandrek dll. Juga digunakan sebagai&lt;br /&gt;pemanis dalam pembuatan kopi. Namun dari sisi kesehatan, jauh lebih baik gula kelapa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Glikemik indeks nya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Glikemik indeks gula aren nilainya 70. Angka ini adalah 2x lebih besar  dibandingkan nilai glikemik indeks gula kelapa yang niainya 35.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa sumber menyebutkan bahwa glikemik indeks gula aren nialinya  35, tetapi setelah kami telusuri ternyata mereka salah mengutip dari  gula kelapa. Hal ini dapat membahayakan kesehatan bagi pelaku diet,  apalagi bagi penderita diabetes.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;em&gt;http://gulapasirmerah.com/inilah-perbedaan-utama-gula-kelapa-gula-merah-dan-gula-aren.html&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-4850646542985607366?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/4850646542985607366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/04/inilah-perbedaan-utama-gula-kelapa-gula.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/4850646542985607366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/4850646542985607366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/04/inilah-perbedaan-utama-gula-kelapa-gula.html' title='Inilah Perbedaan Utama Gula Kelapa (Gula Merah) dan Gula Aren'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-5063249172235090320</id><published>2011-02-04T18:11:00.000-08:00</published><updated>2011-02-04T18:13:25.261-08:00</updated><title type='text'>Perbanyakan Kelapa Kopyor Secara Alami</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;      &lt;h2 style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Perbanyakan Kelapa Kopyor Secara Alami&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);"&gt;Ismail Maskromo dan Hengky Novarianto&lt;br /&gt;BALAI PENELITIAN TANAMAN KELAPA DAN PALMA LAIN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://docs.google.com/viewer?a=v&amp;amp;q=cache:5MSXoDGCq_MJ:balitka.litbang.deptan.go.id/ind/images/stories/dokpdf/mk03.pdf+Ismail+Maskromo+dan+Hengky+Novarianto+Perbanyakan+Kelapa+Kopyor+Secara+Alami&amp;amp;hl=id&amp;amp;gl=id&amp;amp;pid=bl&amp;amp;srcid=ADGEESgYIgLiRYvqrhbVCxy4lmkupKngTg4ChYb6fiK5YY7uMuhQvLUu5mA8b5liNxnrm1vBnoZsiMj3H9oNXmPWWNh5slqhr6vgEwCndoxDG22LDe_-p6U_9x9tUBa-TKQ1wOyKLVtR&amp;amp;sig=AHIEtbTnnlP9ii-PHunGwAK_uvnjhm5OqA"&gt;http://balitka.litbang.deptan.go.id/ &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Kelapa kopyor seperti  halnya kelapa makapuno di filipina adalah mutan kelapa yang ditemukan di  antara populasi kelapa normal. Dari hasil penelitian biokimia,  dilaporkan terjadi defisiensi enzim α-D Galaktosidase pada endosperm  buah  makapuno, sehingga pembentukan endosperm tidak normal dan tidak  mampu mendukung perkecambahan embrio (Mujer et al., 1984). Gen letal  pada buah kelapa  kopyor menyebabkan daging buah mudah terlepas dari  tempurung dan hubungan  jaringan endosperm dengan embrio putus, sehingga  buah kelapa ini tidak mampu  berkecambah (Santos, 1999). Sebagai hasil  mutasi alami, jumlah tanaman kelapa  berbuah kopyor sangat sedikit  dibandingkan dengan tanaman kelapa berbuah normal.  Menurut Falconer  (1985), peluang terjadinya mutasi alamiah secara umum sangat  rendah  yaitu sebesar 10-5 sampai 10-6 per generasi. Hal ini berarti bahwa hanya  1  (satu) di antara 100.000 sampai 1.000.000 peluang terjadinya mutasi  alami di alam.  Selain itu, organisme hasil mutasi cenderung letal,  sehingga perkembangbiakannya terhambat dan akhirnya punah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hal tersebut, kelapa mutan  ini semestinya tidak berkembang, tetapi  ternyata kelapa ini cukup  banyak ditemukan di beberapa sentra produksi kelapa di  Indonesia. Satu  populasi kelapa berbuah kopyor dilaporkan di Kecamatan Kalianda  Lampung  Selatan (Mahmud, 2000). Hasil eksplorasi Akuba et al. (2002) di Jawa   Timur diperoleh sejumlah populasi kelapa berbuah kopyor di Kabupaten  Sumenep.  Kelapa jenis ini juga ditemukan di beberapa daerah seperti di  Tanggerang (Asmah,  1999), Pati, Jawa Tengah (Purwanto, 2003), dan di  Ciomas Bogor (Maskromo, 2005) . Tanaman kelapa kopyor yang ditemukan di  berbagai daerah tersebut umumnya tipe  Dalam, kecuali di Kabupaten Pati,  Jawa Tengah adalah tipe Genjah. Perbedaan utama  kedua tipe kelapa ini  yaitu, kelapa tipe Dalam umunya menyerbuk silang, sedangkan kelapa tipe  Genjah umumnya menyerbuk sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanaman kelapa kopyor yang dikembangkan  petani saat ini berasal dari  perbanyakan buah kelapa normal yang  memiliki gen kopyor dari tanaman penghasil buah kopyor tersebut. Cara  perbanyakan dengan menggunakan buah normal tersebut  dinamakan  perbanyakan kelapa kopyor secara alami (Maskromo dan Novarianto,  2007).  Selain itu, dari buah kopyor yang daging buahnya tidak normal,  embrionya  normal dan dapat ditumbuhkan pada media tumbuh buatan dalam  lingkungan aseptik.  Cara perbanyakannya dinamakan perbanyakan dengan  teknik in vitro (Mashud et al., 2004).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;a. Dasar genetik perbanyakan kelapa kopyor secara alami&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Secara morfologi, fenotipe pohon kelapa  berbuah kopyor sulit dibedakan dari  kelapa normal di sekitarnya.  Berdasarkan pengamatan morfologi belum ditemukan penciri lain yang  spesifik, selain karakter endosperm yang berbeda dengan kelapa  normal  (Gambar 1). Kepastian tanaman kelapa berbuah kopyor diketahui setelah  buahnya dipanen.&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_292" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/g15.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-292" title="g1" src="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/g15.jpg?w=500&amp;amp;h=302" alt="" height="302" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Gambar 1. Perbandingan daging buah kelapa normal (A) dengan buah kelapa kopyor (B)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pohon kelapa berbuah kopyor yang  terdapat di lapang atau yang sekarang  dikembangkan petani diduga  memiliki genotipe heterozigot atau secara genetis dilambangkan dengan  Kk. Buah kelapa normal dari pohon tersebut, jika ditanam  berpeluang  tumbuh menjadi tanaman kelapa kopyor, dengan persentasi menghasilkan   buah kopyor sekitar 1 – 10%, tergantung pada genotipe tepung sari yang  menyerbuki  bunga betina. Berdasarkan hukum Mendel pertama, peluang  untuk menyatunya sel  telur k dengan sel sperma k dari tepung sari akan  membentuk gen homozigot resesif  (kk) dan bergenotipe kopyor, dapat  mencapai 25% dari total buah. Tetapi karena sifat  kelapa Dalam yang 95%  menyerbuk silang, dan kelapa kopyor alami tersebar secara  individual,  mengakibatkan peluang menyatunya sel telur k dan sel sperma k ini sangat   kecil. Buah yang kopyor memiliki gen homozigot resesif (kk) sehingga  tidak mampu tumbuh menjadi tanaman baru (Toruan dan Ginting 1998).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pola pewarisan sifat kopyor ditentukan  oleh peluang terjadinya pertemuan gen  kopyor dalam proses penyerbukan  dan pembuahan (Tabel 1). Penyerbukan adalah  proses jatuhnya atau  menempelnya serbuk sari dari bunga jantan pada putik (pistil)  bunga  betina tanaman, sedangkan pembuahan adalah proses penyatuan sperma dari   serbuk sari dengan sel telur dan inti polar pada putik bunga. Pada  tanaman kelapa  kopyor alami, proses pembuahan terjadi antara dua inti  sperma yang membawa gen  kopyor (k) dan gen normal (K) haploid, dengan  dua sel telur yang juga membawa gen  kopyor (k) dan gen normal (K)  haploid, serta dua inti polar yang membawa gen kopyor  kk dan gen normal  KK (diploid). Masing-masing inti sperma mempunyai tugas  berbeda dalam  pembuahan. Salah satu inti sperma akan menyatu dengan sel telur  untuk  membentuk embrio, sedangkan inti sperma lainnya akan menyatu dengan inti   polar untuk membentuk endosperm. Dengan pola seperti di atas, pada  tandan buah pohon kelapa kopyor akan terdapat tiga tipe buah berdasarkan  genotipenya. Tipe pertama, yaitu buah bergenotipe KK yang embrionya  tidak memiliki sifat kopyor dan  endospermnya normal dengan genotipe  KKK. Tipe kedua, yaitu bergenotipe Kk yang  embrionya memiliki sifat  kopyor heterozigot, tapi endospermnya normal dengan  genotipe kKK atau  Kkk. Tipe ketiga embrio bergenotipe kk dengan endosperm tidak  normal  atau kopyor dengan genotipe kkk. Embrio kelapa pada ketiga tipe tersebut   normal dan memiliki kemampuan tumbuh seperti pada buah kelapa normal,  namun  pada tipe ketiga karena endospermnya tidak normal (kopyor) maka  embrionya harus diselamatkan melalui kultur embrio (teknik in vitro).&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_290" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/t12.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-290" title="t1" src="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/t12.jpg?w=500&amp;amp;h=215" alt="" height="215" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam satu tandan, buah kopyor  bergenotip kk dengan endosperm bergenotipe  kkk mudah dibedakan dari  buah normal, karena daging buah yang tidak normal dapat  diketahui  dengan mengetuk (menotok) atau mengguncang buahnya. Pada saat  diguncang  buah kopyor akan berbunyi seperti kaleng berisi pasir yang diguncang   (bunyi gemericik). Daging buah telah hancur dan kadang-kadang embrionya  juga telah  terlepas dari tempatnya (germpore). Namun demikian, untuk  buah dengan embrio  bergenotipe KK dan Kk, dengan endosperm normal tidak  dapat dibedakan, sehingga  untuk perbanyakan semua buah dipilih  berdasarkan keriteria benih secara umum,  kemudian dideder dan ditanam  sampai berbuah dan diketahui kemampuannya  menghasilkan buah kopyor.  Saat ini, belum ada kriteria seleksi benih, kecambah  maupun bibit untuk  membedakan kedua benih dengan tipe genotipe berbeda tersebut.   Diperlukan penelitian yang panjang untuk mencari ciri pembeda  menggunakan penanda DNA yang terpaut dengan sifat morfologi yang dapat  dijadikan dasar seleksi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;b. Seleksi Pohon Induk&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adanya keunikan yang dimiliki kelapa  kopyor menyebabkan perbedaan pola  perbanyakannya dengan kelapa normal.  Kondisi daging buah kopyor yang tidak  normal, tidak mendukung  pertumbuhan embrio menjadi kecambah dan tidak dapat  menjadi bibit  secara alami.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Buah dengan endosperm normal yang  terdapat pada tandan yang sama dengan  buah kopyor dapat dijadikan  benih. Perbanyakan kelapa kopyor menggunakan buah  normal dari pohon  berbuah kopyor ini disebut perbanyakan kelapa kopyor secara alami  atau  konvensional. Dalam perkembangannya buah normal lebih lambat matangnya   dibanding buah kopyor, sehingga pemanenan dilakukan terlebih dahulu  terhadap buah kopyor. Jika dipanen bersamaan maka buah normal belum  matang fisiologis.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Buah yang akan digunakan sebagai benih  merupakan hasil seleksi. Seleksi benih  untuk perbanyakan secara alami  kelapa kopyor dimulai dari pemilihan pohon induk.  Penentuan pohon induk  kelapa kopyor dilakukan berdasarkan riwayat tanaman yang  telah diamati  kemampuannya menghasilkan buah kopyor. Untuk dijadikan sebagai  sumber  benih, tanaman harus diketahui menghasilkan buah kopyor secara terus   menerus pada setiap tandannya. Pohon yang tidak stabil menghasilkan  buah kopyor  kurang baik dijadikan sebagai sumber benih. Selain itu,  diamati juga persentase buah  kopyor yang dihasilkan pada setiap tandan.  Semakin tinggi persentase buah kopyor  yang dihasilkan setiap tandan  pohon kopyor, akan semakin baik dijadikan sebagai  sumber benih. Pohon  yang dijadikan sebagai pohon induk dibei tanda label seng pada batangnya  (Gambar 2).&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_291" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/g21.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-291" title="g2" src="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/g21.jpg?w=500&amp;amp;h=358" alt="" height="358" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Gambar 2. Pohon Induk Kelapa (PIK) Kopyor&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tinggi rendahnya persentase buah kopyor  yang dihasilkan setiap pohon kopyor  berbeda untuk kelapa kopyor tipe  Genjah dan kopyor tipe Dalam. Hal ini berhubungan  dengan pola  penyerbukan bunga masing-masing tipe. Kopyor tipe Dalam dengan pola   penyerbukan silang memiliki prosentase buah kopyor lebih rendah  dibandingkan  dengan kopyor tipe Genjah. Pola penyerbukan kelapa  disebabkan oleh berbeda atau  bersamaannya waktu kematangan bunga betina  dan bunga jantan dalam satu tandan  yang sama. Pada kelapa Dalam, bunga  jantan lebih dahulu matang, dan sebagian besar  sudah rontok kemudian  diikuti masa reseptif bunga betina, sehingga peluang untuk  mendapatkan  serbuk sari dari tandan bunga pohon lain di sekitarnya sangat besar. Hal   ini menyebabkan peluang terjadinya penyerbukan silang lebih besar.  Pada kelapa  Genjah, waktu kematangan bunga betina dan bunga jantan  dalam satu tandan terjadi  secara bersamaan, sehingga peluang menyerbuk  sendiri sangat besar. Dengan   perbedaan pola tersebut, kelapa Dalam  memiliki peluang terjadi penyerbukan silang  sebesar 95%, sedangkan pada  kelapa Genjah memiliki peluang terjadinya penyerbukan sendiri sebesar  95%.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;c. Seleksi buah yang akan dijadikan benih dan bibit Kelapa Kopyor&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penanganan benih/bibit yang baik, akan  menentukan keberhasilan pertumbuhan  dan produksi tanaman kelapa kopyor  yang dikembangkan secara alami. Setelah  diperoleh pohon induk kelapa  kopyor sebagai sumber benih, dilakukan pemanenan  buah untuk memperoleh  benih (Gambar 3). Seleksi buah untuk benih didasarkan pada  kriteria  umur buah, dan kondisi fisik buah. Buah yang baik untuk benih adalah  yang  telah matang fisiologis, yaitu umur 11 bulan untuk kelapa kopyor  tipe Genjah, dan 11- 12 bulan untuk kelapa kopyor tipe Dalam. Selain  itu, secara fisik tidak keriput dan  tidak ada serangan hama dan  penyakit, serta memiliki air buah sebanyak 95%, yang  berbunyi nyaring  jika diguncang (Gambar 4). Benih yang telah dipanen bisa langsung   dideder, atau dapat disimpan beberapa hari di tempat yang ternaungi  sebelum dideder.  Sabut pada tempat keluar kecambah (germpore) disayat,  sehingga mudah menyerap air saat disiram. Panjang sayatan kira-kira 10  cm, lebar 7 cm, tebal 1 cm.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pendederan benih kelapa kopyor alami  dapat dilakukan seperti pendederan  kelapa biasa/normal (Gambar 5).  Benih dideder di pesemaian dengan bagian yang disayat di bagian atas  pada posisi satu arah dan bagian yang disayat diarahkan ke  sebelah  Timur. Di pendederan, benih dideder dalam barisan dengan jarak benih  dalam  baris 5 cm dan antar baris cukup 15 cm. Seleksi kecambah  didasarkan pada kecepatan  dan keseragaman tumbuh benih (perkecambahan),  bebas serangan hama dan penyakit.  Kecambah yang baik adalah yang  tumbuh hingga 4 bulan setelah benih dideder.  Kecambah yang akan  dipindah ke polibag adalah yang panjang tunasnya 3 – 5 cm (Anonim,  2006).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Benih yang telah berkecambah dapat  dipertahankan terus di lokasi pendederan  hingga umur 4 – 6 bulan (  sampai siap tanam), atau dapat juga dipindah di polibag. Jarak antar  benih di pembibitan adalah 60 cm x 60 cm x 60 cm sistim segitiga.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bibit siap tanam adalah bibit berumur 4 –  6 bulan setelah pedederaan (Gambar 6).  Kriteria bibit yang baik adalah  pangkal batangnya yang kekar dan bebas serangan  hama dan penyakit.  Bibit yang tumbuh kerdil tidak digunakan sebagai bahan tanaman.   Tindakan pengendalian hama dan penyakit selama pendederan hingga  pembibitan  harus dilakukan untuk mendapatkan bibit yang baik dan  bermutu. Hama penting  seperti Oryctes rhinoceros, Plesispa reichei, dan  Brontispa longissima, serta penyakit  bercak daun mulai dari tahap  pembibitan hingga tanaman dewasa dapat menjadi  ancaman dalam bubidaya  tanaman kelapa kopyor ini. Penanganan bibit selanjutnya  sama dengan  yang biasa dilakukan pada teknik budidaya kelapa biasa. Berikut ini   uraian tentang kriteria dan standar mutu benih, kecambah, dan bibit  kelapa kopyor.&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_293" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/g3.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-293" title="g3" src="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/g3.jpg?w=500&amp;amp;h=370" alt="" height="370" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Gambar 3. Seleksi buah untuk benih &lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_294" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/g4.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-294" title="g4" src="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/g4.jpg?w=500&amp;amp;h=368" alt="" height="368" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt; Gambar 4. Seleksi benih kelapa kopyor alami.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_295" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/g5.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-295 " title="g5" src="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/g5.jpg?w=500&amp;amp;h=372" alt="" height="372" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt; Gambar 5. Pendederan benih kelapa kopyor alami.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_296" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/g6.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-296" title="g6" src="http://kelapaindonesia2020.files.wordpress.com/2010/04/g6.jpg?w=500&amp;amp;h=273" alt="" height="273" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Gambar 6. Bibit kelapa kopyor alami siap tanam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;Standar Mutu Benih, Kecambah, dan Bibit Kelapa Kopyor&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);"&gt;&lt;strong&gt;I. Standar Mutu Benih Kelapa Kopyor&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;Kelapa Kopyor tipe Dalam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mutu genetik :&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"&gt;a. Asal usul benih :  Benih dipanen dari tanaman kelapa umur miminal  10 tahun dan telah  diamati menghasilkan buah  kelapa kopyor 5-10% (1-2 butir pertandan).   Tanaman kelapa tersebut harus berada dalam populasi kelapa yang umumnya  berbuah kopyor&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;b. Umur buah saat panen : 11 -12 bulan&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;c. Warna buah: 3/4 bagian coklat keabu-abuan&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;d. Keadaan air buah : 95% buah jika diguncang berbunyi nyaring&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;e. Berat buah : ≥ 1000 gram&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;f. Daya kecambah : 80% berkecambah 3 bulan setelah semai.&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;g. Lama penyimpanan : Maksimum 4 minggu, pada suhu kamar dengan sirkulasi baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mutu fisik&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;a. Penampilan kulit buat : tidak keriput&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;b. Serangan hama dan penyakit : tidak ada&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;Kelapa Kopyor Tipe Genjah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mutu genetik&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"&gt;a. Asal usul benih :  Benih dipanen dari tanaman kelapa berumur  minimal 10 tahun dan telah  diamati menghasilkan buah kelapa kopyor 20- 50% pertandannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;b. Umur buah saat panen: 11 bulan&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;c. Warna buah: 3/4 bagian coklat keabu-abuan&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;d. Keadaan air buah : 95% buah jika diguncang berbunyi nyaring&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;e. Berat buah : ≥ 500 gram&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;f. Daya kecambah : 80% berkecambah 3 bulan setelah semai&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"&gt;g. Lama penyimpanan : Maksimum 4 minggu, pada suhu kamar dengan sirkulasi baik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mutu Fisik&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;a. Penampilan kulit buat : tidak keriput&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;b Serangan hama dan penyakit : tidak ada&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);"&gt;II. Standar Mutu Kecambah Kelapa Kopyor&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;strong&gt;Kelapa kopyor tipe Dalam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"&gt;a. Asal usul  kecambah : Kecambah dari benih yang dipanen dari tanaman  kelapa umur  miminal 10 tahun dan telah diamati  menghasilkan buah kelapa kopyor  5-10% (1-2 butir  per tandan) dan memenuhi syarat mutu genetik dan   fisik. Tanaman kelapa tersebut harus berada dalam populasi kelapa yang  umumnya berbuah kopyor .&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;b. Panjang tunas : 3 – 5 cm&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;c. Umur berkecambah : &lt;&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;d. Serangan hama dan penyakit : tidak ada&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;Kelapa kopyor tipe Genjah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"&gt;a. Asal usul  kecambah : Kecambah dari benih yang dipanen dari tanaman  kelapa yang  telah diamati menghasilkan buah  kelapa kopyor 20-50% per tandan dan  memenuhi syarat mutu genetik dan fisik&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;b. Panjang tunas : 3 – 5 cm&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;c. Umur berkecambah : &lt;&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;d. Serangan hama dan penyakit : tidak ada&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);"&gt;III. Standar Mutu Bibit Kelapa Kopyor&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;strong&gt;Kelapa kopyor tipe Dalam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"&gt;a. Asal usul bibit :  Bibit dari benih yang dipanen dari tanaman  kelapa umur miminal 10  tahun dan telah diamati  menghasilkan buah kelapa kopyor 5-10% (1-2  butir  per tandan) dan memenuhi syarat mutu genetik dan  fisik. Tanaman  kelapa tersebut harus berada dalam populasi kelapa yang umumnya berbuah  kopyor .&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;b. Umur bibit : 4 – 6 bulan setelah semai&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;c. Penampilan bibit: kekar&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;d. Serangan hama dan penyakit : tidak ada&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;Kelapa kopyor tipe Genjah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"&gt;a. Asal usul bibit :  Bibit berasal dari benih yang dipanen dari tanaman  kelapa yang telah  diamati menghasilkan buah kelapa  kopyor 20-50% per tandan dan memenuhi  syarat genetik dan fisik.&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;b. Umur bibit : 4 – 6 bulan setelah semai&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;c. Penampilan bibit : kekar&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px;"&gt;d. Serangan hama dan penyakit : tidak ada&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Catatan : Benih, kecambah, ataupun bibit  yang berasal dari buah pohon kelapa kopyor  tipe Genjah akan memiliki  peluang menghasilkan tanaman yang berbuah  kopyor lebih tinggi  dibandingkan dengan buah dari pohon kelapa kopyor  tipe Dalam. Hal ini  berkaitan dengan pola pembungaan kelapa Dalam yang  menyerbuk silang,  sedangkan pada kelapa tipe Genjah yang menyerbuk  sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keberhasilan mendapatkan tanaman kelapa  kopyor dari perbanyakan secara  alami ini sangat ditentukan oleh sumber  benih dari pohon induk kelapa kopyor yang  digunakan. Kelapa kopyor tipe  Genjah memiliki peluang lebih besar mendapatkan  turunan tanaman kelapa  yang nantinya berbuah kopyor dibandingkan kopyor tipe  Dalam. Hal ini  berhubungan dengan pola penyerbukan masing-masing tipe kelapa tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada penanaman di lapang, untuk  meningkatkan peluang terjadinya  penyerbukan antar pohon kelapa kopyor,  maka sangat dianjurkan untuk menanam  kelapa kopyor dalam suatu populasi  yang terpisah dari tanaman kelapa normal di  sekitarnya. Semakin banyak  tanaman kelapa kopyor dalam satu areal akan semakin  meningkatkan  perluang terbentuknya buah kopyor, karena terjadinya penyerbukan  antar  pohon kopyor. Jarak yang disarankan untuk isolasi populasi tanaman  kopyor dari  kelapa normal di sekitarnya adalah 400 m. Jika ada tanaman  penyangga seperti  tanaman bambu yang mampu menghindari kontaminasi dari  sebuk sari tanaman kelapa lain, maka jarak tersebut bisa lebih dekat  lagi (Maskromo dan Novarianto, 2006).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanaman kelapa kopyor memiliki teknik  perbanyakan yang berbeda dengan  tanaman kelapa normal, karena sifat  spesifik daging buahnya. Ketidaknormalan daging  buahnya secara genetik  diwariskan, sehingga dapat diperbanyak baik secara alami  (konvensional)  dan melalui teknik in vitro (non konvensional). Perbanyakan secara   alami dapat menggunakan buah normal dari tandan buah yang diketahui  menghasilkan  buah kelapa kopyor. Seleksi buah untuk benih dan bibit  kelapa kopyor alami, sangat  menentukan keberhasilan pertumbuhan dan  kemampuan tanaman tersebut menghasilkan kelapa kopyor.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akuba H.R., N. Mashud, dan  Miftahorrachman, 2002, Identifikasi plasma nutfah  kelapa potensial di  Jawa Timur. Laporan Hasil Penelitian Balitka Manado. Belum  dipublikasikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anonim. 2006. Petunjuk teknis budidaya  tanaman kelapa Dalam (Cocos nucifera,  Linn). Badan penelitian dan  Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian Pengembangan Perkebunan. Balai  Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Asmah N. 1999. Analisis protein spesifik sebagai penanda sifat kopyor pada kelapa. Skripsi. Jurusan Kimia FPMIPA. IPB. Bogor.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Falconer DS. 1985. Intoduction to quantitative genetics. Longman. London and New York&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mahmud Z. 2000. Petunjuk teknis budidaya kelapa kopyor. Departemen Kehutanan  dan Perkebunan. Dirjen Perkebunan. Jakarta&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mashud N, Lumentut N, dan Masing V.  2004. Perbanyakan kelapa kenari dan kopyor  melalui kultur embrio.  Monograf Agronomi Kelapa. Badan Litbang Pertanian. Balai Penelitian  Tanaman Kelapa dan Palma Lain Manado. Hal 16 – 23.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maskromo I, 2005. Kemiripan genetik  populasi kelapa berbuah kopyor berdasarkan  karakter morfologi dan  penanda DNA SSRs (Simple Sequence Repeats) [tesis]. Bogor: Sekolah  Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maskromo I dan H. Novarianto. 2007. Potensi genetik kelapa kopyor Genjah. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian.29 (1).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mujer MV, DA. Ramirez, and M EMT.  Mendoza. 1984. Coconut α-D-Galactosidase  isoenzim: Isolation  purification and characterization. Phytochemistry. 23 (6) 1251 – 1254.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Novarianto, H dan Miftahorrachman. 2000.  Koleksi dan konservasi jenis-jenis kelapa  unik. Makalah poster dalam  Simposium Pengelolalan Plasma nutfah dan Pemuliaan Bandung 22-23  September. Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Purwanto Djoko. 2003. Analisis  permintaan kelapa kopyor di Kabupaten Pati, Propinsi  Jawa Tengah. Tesis  Program Studi Magister Manajemen Agribisnis Program  Pascasarjana  Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Yogyakarta. Tidak  dipublikasikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Santos G.A. 1999. Potensial use of  clonal propagation in coconut improvement  program. In Oropeza C,  Verdiel JL, Ashburner GR, Cardena R, and Samantha  JM. Editors. Current  Advances in Coconut Biotechnology. Curret Plant Science  and  Biotechnology in Agriculture Kluwer Academic Publisher London. Hlm 419 –  430.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Samonthe L.J, EMT. Mendoza, LL. Ilag,  ND. De La Cruz and DA. Ramirez. 1989.  Galactomannan degrading enzym in  maturing normal and makapuno and germinating normal coconut endosperm.  Phytochemistry. 28 (9) 2269-2273&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Toruan N.M, G. Ginting. 1998. Analisis  Random Amplified Polymorphic DNA  (RAPD) pada tanaman kelapa kopyor.  Prosiding Konperensi Nasional Kelapa  IV, Bandar Lampung 21- 23 April  1998. Puslitbangtri. Badan Litbang Kehutanan dan Perkebunan.&lt;/p&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-5063249172235090320?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/5063249172235090320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/02/perbanyakan-kelapa-kopyor-secara-alami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/5063249172235090320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/5063249172235090320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/02/perbanyakan-kelapa-kopyor-secara-alami.html' title='Perbanyakan Kelapa Kopyor Secara Alami'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-2575738821503739888</id><published>2011-01-23T15:18:00.000-08:00</published><updated>2011-01-23T15:34:27.949-08:00</updated><title type='text'>Air Kelapa, Limbah Penuh Khasiat</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:14.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt;"&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Air Kelapa, Limbah Penuh Khasiat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Gizi.net - Air kelapa kerap diasumsikan sebagai limbah. Padahal, ia memiliki khasiat dan nilai gizi yang dahsyat. Contohnya, selain bisa menyegarkan di kala dahaga, air kelapa juga bisa dibuat sebagai nata de coco dan kecap. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 245px; height: 326px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TTy64-dxEGI/AAAAAAAACLM/FS_wxzQjocU/s400/air_kelapa_muda.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565528727526379618" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Bagi masyarakat Indonesia, nata de coco masih terbilang baru. Namun, banyak orang menggemari minuman ini. Sebab, nata de coco dapat dikonsumsi sebagai minuman segar. Nata de coco dikonsumsi sebagai campuran koktail, es buah, maupun pengganti kolang-kaling.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Selain digunakan untuk nata de coco, air kelapa juga dimanfaatkan dalam pembuatan kecap. Dengan mencampur air kelapa, kedelai, gula merah, bawang putih, kemiri, daun salam, lengkuas, kluwak, serta natrium benzoat, kecap bisa didapat. Yang tak kalah menarik, air kelapa juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional dan kecantikan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sebenarnya air kelapa kaya gizi. Tidak hanya unsur makro, tetapi juga unsur mikro. Unsur makro yang terdapat pada air kelapa adalah karbon dan nitrogen. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Unsur karbon dalam air kelapa berupa karbohidrat sederhana seperti glukosa, sukrosa, fruktosa, sorbitol, inositol, dan lain-lain. Unsur nitrogen berupa protein, tersusun dari asam amino, seperti alin, arginin, alanin, sistin, dan serin. Sebagai gambaran, kadar asam amino air kelapa lebih tinggi ketimbang asam amino dalam susu sapi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Selain karbohidrat dan protein, air kelapa juga mengandung unsur mikro berupa mineral yang dibutuhkan tubuh. Mineral tersebut di antaranya Kalium (K), natirum (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ferum (Fe), cuprum (Cu), fosfor (P), dan sulfur (S).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Jika diteliti lagi, dalam air kelapa juga terdapat berbagai vitamin. Sebut saja vitamin C, asam nikotinat, asam pantotenat, asam folat, biotin, riboflavin, dan sebagainya. Jadi jelaslah bahwa air kelapa mengandung unsur makro dan mikro yang cukup lengkap. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Ramuan untuk Pengobatan &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Air kelapa muda selain enak diminum dalam kondisi segar juga memiliki khasiat sebagai obat berbagai jenis penyakit. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Gatal dan eksim&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Sediakan satu genggam beras. Rendam dalam air kelapa muda yang masih berada dalam tempurung selama 5-7 jam hingga beras terasa asam. Setelah itu giling hingga menjadi bubur halus (tepung). Kemudian oleskan bahan tersebut pada bagian tubuh yang terkena gatal, eksim, luka, atau telapak kaki pecah. Lakukan setiap hari selama 3-4 hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Luka bakar&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Sediakan sejumput bubuk kunyit dan air kapur sirih. Campur dengan air kelapa. Oleskan pada bagian yang terkena luka bakar, misalnya pada telapak tangan atau telapak kaki. Rasa panas pun akan cepat hilang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Demam berdarah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Minum air kelapa mudah hijau yang dicampur dengan air perasan jeruk nipis secara teratur. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Cacingan pada anak&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Berikan air kelapa muda yang diberi sedikit sari jeruk sitrun kepada anak yang mengalami gangguan cacingan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Disentri &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Penderita disentri biasanya akan merasa penat di kaki, demam tinggi, tinja berlendir dan bercampur darah, sering buang air, urine berwarna gelap. Untuk menjernihkan urine, minumlah air kelapa hijau. Bila urine sudah normal, hentikan minum air kelapa tersebut. @&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Air Kelapa untuk Kecantikan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Menghilangkan jerawat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Siapkan satu gelas air kelapa campur dengan 25 gram pasta kunyit, biarkan semalam. Keesokan harinya, tambahkan ke dalam ramuan tersebut tiga sendok teh bubuk cendana merah. Aduk sampai merata. Simpan selama tiga hari. Setelah itu, saring ramuan dengan menggunakan kain kasa. Simpan air perasan dalam botol. Oleskan ramuan tersebut pada wajah yang berjerawat, dua kali sehari sampai jerawat lenyap.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Mencegah kerutan di wajah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Untuk menghindari kerutan di wajah yang datang lebih dini, basuhlah wajah dengan air kelapa, sesering Anda suka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Mencegah uban&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Air kelapa hijau dicampur dengan satu sendok teh garam. Gunakan untuk mencuci rambut guna mencegah tumbuhnya uban.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Meningkatkan gairah seksual&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Campur air kelapa dengan sedikit madu, lalu minum. Ramuan ini mampu merangsang pusat-pusat seksual tubuh. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Membuat suara merdu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Minum air kelapa muda yang telah diembunkan selama satu malam. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;@ Ir. Hieronymus Budi Santoso, Pemerhati agribisnis dan gizi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-family:font-size:11.0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber : http://www.kompas.com (Kompas Cyber Media); SENIOR, Jumat, 17 Oktober 2003&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-2575738821503739888?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/2575738821503739888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/01/air-kelapa-limbah-penuh-khasiat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/2575738821503739888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/2575738821503739888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2011/01/air-kelapa-limbah-penuh-khasiat.html' title='Air Kelapa, Limbah Penuh Khasiat'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TTy64-dxEGI/AAAAAAAACLM/FS_wxzQjocU/s72-c/air_kelapa_muda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-2606541655377769835</id><published>2010-08-06T17:37:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T17:43:04.321-07:00</updated><title type='text'>Koperasi Sari Kelapa Jadi Tumpuan Petani Pengelola Gula Kelapa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFyr94L9UQI/AAAAAAAAB7U/KGRcZenTEak/s1600/Memasak-Gula-Kelapa-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 286px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFyr94L9UQI/AAAAAAAAB7U/KGRcZenTEak/s320/Memasak-Gula-Kelapa-2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502461924282814722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFyr9ZJmcWI/AAAAAAAAB7M/e7K1wkGIZPM/s1600/Kebun-kelapa-%26-Pemanjatnya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFyr9ZJmcWI/AAAAAAAAB7M/e7K1wkGIZPM/s320/Kebun-kelapa-%26-Pemanjatnya.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502461915951427938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFyr9Ay_ExI/AAAAAAAAB7E/nhPe7ockyGA/s1600/di-puncak-pohon-kelapa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFyr9Ay_ExI/AAAAAAAAB7E/nhPe7ockyGA/s320/di-puncak-pohon-kelapa.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502461909414122258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFyr8wuZ2nI/AAAAAAAAB68/vvIoZEnq8fU/s1600/Bahan-bakar-kayu-limbah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFyr8wuZ2nI/AAAAAAAAB68/vvIoZEnq8fU/s320/Bahan-bakar-kayu-limbah.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502461905099938418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFyr-DC_MBI/AAAAAAAAB7c/_OymoPy_OOQ/s1600/Membawa-Nira-Kelapa-hasil-S.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFyr-DC_MBI/AAAAAAAAB7c/_OymoPy_OOQ/s320/Membawa-Nira-Kelapa-hasil-S.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502461927197978642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;Koperasi Sari Kelapa Jadi Tumpuan Petani Pengelola Gula Kelapa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Banyuwangi (jurnalbesuki.com) - Sebagai koperasi petani gula kelapa terbesar di Desa Sarongan, dengan sirkulasi uang mencapai Rp 200 juta, bukan hal mudah dan enteng bagi para pengurusnya dalam mengelola.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;Hal itu diakui Suyono (43), selaku ketua bersama sekretaris Priyadi Usian (28), saat ditemui di kantor koperasi ‘Sari Kelapa’. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dituturkankan, bahwa jumlah anggotanya secara keseluruhan mencapai 148 orang. “Namun yang aktif dan rutin setor gula kekantor sini berkisar 40 hingga 50 petani,” terangnya, Sabtu (31/7/2010).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Karena dari jumlah 148 tersebut, ada yang menjadi pemilik pohon, yang secara otomatis tidak ikut menyetor gulanya. “Yang menyetor gula ya petani yang mengerjakan. Sedangkan pemilik pohon, hanya mendapat fee beberapa ons, yang langsung masuk setoran disini,” ungkap Suyono, yang juga sebagai Kepala Dusun Krajan, Desa Sarongan, itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Omset perhari gula kelapa dikoperasi ‘Sari Kelapa’ yang dikelola dengan management teratur itu mencapai 1 ton. “Itu semua merupakan setoran dari para petani gula anggota kami yang setiap hari mencapai 40 hingga 50 orang. Sedangkan rata-ratanya, perorang menyetor sebanyak 20 kilogram gula ,” timpal sekretaris Priyadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sedangkan untuk penjualannya, diakui oleh Suyono maupun Priyadi, berlaku bebas. “Koperasi kami tidak terikat dengan salah satu pembeli (juragan). Makanya kami bebas menjual kepada siapa saja, sesuai harga pasar,” beber keduanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Hanya saja, yang menjadi kendala bagi para petani diwilayah Desa Sarongan, selama ini adalah mahalnya bahan baker kayu. “Bayangkan mas, dalam sehari, setiap kali masak, petani gula menghabiskan uang sebanyak Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu. Karena untuk memasak gula sampai bias dicetak ditempatnya, butuh waktu 6 jam,” keluh Suyono, dibenarkan Priyadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Tingginya ongkos memasak dengan kayu bakar, membuat pengurus koperasi ‘Sari Kelapa’ berusaha mencari terobosan, agar biaya bahan baker bisa ditekan seminimal mungkin. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“Kami ingin memakai briket batu bara, sebagai salah satu alternative solusi meringankan biaya masak gula. Karena menurut beberapa sumber, kabarnya briket batu bara dalam bentuk kemasan lebih irit. Karena daya nyala (hidup) per briket selama 3 jam,” ujarnya, seraya berharap keluhan para petani gula diwilayah Sarongan, mendapat perhatian dari pemerintah. (gt1/mm/jb2)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;o:p&gt;Sumber : &lt;/o:p&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-family:font-size:11.0pt;"&gt;&lt;a href="http://www.jurnalbesuki.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=6504&amp;amp;Itemid=42"&gt;http://www.jurnalbesuki.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=6504&amp;amp;Itemid=42&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-2606541655377769835?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/2606541655377769835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2010/08/koperasi-sari-kelapa-jadi-tumpuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/2606541655377769835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/2606541655377769835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2010/08/koperasi-sari-kelapa-jadi-tumpuan.html' title='Koperasi Sari Kelapa Jadi Tumpuan Petani Pengelola Gula Kelapa'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFyr94L9UQI/AAAAAAAAB7U/KGRcZenTEak/s72-c/Memasak-Gula-Kelapa-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-3497485023582652450</id><published>2010-02-11T21:25:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T21:47:57.852-08:00</updated><title type='text'>Cane Sugar VS Palm Sugar</title><content type='html'>Differences between Palm Sugar and Cane Sugar &lt;br /&gt;By : S.E. Smith, 19 Des 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cane Sugar is Sweet;  Palm Sugar is sweet and delicious.&lt;br /&gt;2. Cane Sugar Provides no mineral salts ; Palm Sugar Provides mineral salts too. &lt;br /&gt;3. Cane Sugar has more sugar content ; Palm Sugar has less sugar content.&lt;br /&gt;4. Cane sugar has less/no nutrition value ; Palm Sugar contains: a) Thiamine, b) Riboflavin, c) Nicotinic Acid, d) Ascorbic Acid, e) Protein and f) Vitamin C. &lt;br /&gt;5. Cane Sugar is less therapeutic value; Palm Sugar is good to the problems of a) Asthmatic, b) Anemic, c) Leprosy and d) To accelerate growth of young Children. &lt;br /&gt;6. Cane sugar sometimes create ill effects  on the health; Palm sugar solution proves a wonderful food in both early stages and chronic stages of typhoid. &lt;br /&gt;7. Cane Sugar creates cough and cold when consumed in high quantity; Palm Sugar is good remedy for cough and cold. &lt;br /&gt;8. Cane Sugar treats no health problem; Palm Sugar treats following diseases a) reduction of BP, b) To decrease pancreas heat, c) To strengthen heart, d) Helps to build up strong teeth, e) Reduces pitta; &lt;br /&gt;9. Cane Sugar is treated as sweet water, Palm Sugar is treated as honey.&lt;br /&gt;(Sumber : http://www.wisegeek.com/what-is-palm-sugar.htm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/S3TpOEf9rvI/AAAAAAAABto/0Bo3QDNRjpo/s1600-h/Cane-Sugar-vs-Palm-Sugar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 296px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/S3TpOEf9rvI/AAAAAAAABto/0Bo3QDNRjpo/s400/Cane-Sugar-vs-Palm-Sugar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437227078078279410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/S3TnXf8AHVI/AAAAAAAABtY/MaXnm3Y0804/s1600-h/Gula-semut-curah-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/S3TnXf8AHVI/AAAAAAAABtY/MaXnm3Y0804/s320/Gula-semut-curah-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437225041039203666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/S3TnWoC90_I/AAAAAAAABtQ/8RmnGq2KUSM/s1600-h/Gula-Tebu-Kristal.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/S3TnWoC90_I/AAAAAAAABtQ/8RmnGq2KUSM/s320/Gula-Tebu-Kristal.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437225026036028402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/S3TnVnUiHaI/AAAAAAAABtI/pcA4fa0QIJ4/s1600-h/GUla-Merah-silinder.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/S3TnVnUiHaI/AAAAAAAABtI/pcA4fa0QIJ4/s320/GUla-Merah-silinder.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437225008661405090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/S3TnUykMUAI/AAAAAAAABtA/JMKanjuKmuo/s1600-h/Gula-Tebu-serbuk-putih.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/S3TnUykMUAI/AAAAAAAABtA/JMKanjuKmuo/s320/Gula-Tebu-serbuk-putih.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437224994500005890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-3497485023582652450?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/3497485023582652450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2010/02/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/3497485023582652450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/3497485023582652450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2010/02/blog-post.html' title='Cane Sugar VS Palm Sugar'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/S3TpOEf9rvI/AAAAAAAABto/0Bo3QDNRjpo/s72-c/Cane-Sugar-vs-Palm-Sugar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-3840689911573002364</id><published>2009-10-06T21:23:00.002-07:00</published><updated>2009-10-06T21:59:59.271-07:00</updated><title type='text'>INDONESIAN PALM SUGAR IN CORPORATED (IPSIC)</title><content type='html'>INDONESIAN PALM SUGAR IN CORPORATED (IPSIC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Dian Kusumanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesian Palm Sugar In Corporated (IPSIC) adalah suatu wadah bersama tempat memperjuangkan majunya industri gula palem Indonesia ke pentas dunia.  Perajin-perajn gula yang didukung oleh para investor dalam permodalannya dan yang  akan dibimbing secara sinergis oleh manajemen pengelolaan yang didukung oleh teknologi, sistem peralatan dan kemitraan yang memiliki nilai tambah yang mengagumkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPSIC secara idealisme akan berjuang menjadikan gula rakyat Indonesia bermartabat di tengah-tengah trend pasar gula dunia yang akan mengarah kepada produk yang aman, bagus untuk kesehatan dan tidak tercemar oleh racun-racun kimia di dalam proses produksinya.  Trend produk yang pure organik dari hulu (cara budidayanya) sampai hilir (pengolahan dan kemasannya)  akan menjadi branding yang kuat dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;br /&gt;- Industri gula rakyat masih tradisional dan belum berkembang.&lt;br /&gt;- Produk gula rakyat bermutu rendah, dihargai murah dan belum mampu bersaing di pasar global.&lt;br /&gt;- Bahan bakar semakin langka dan cenderung merusak lingkungan, proses pengolahan tekesan boros bahan bakar, dan penggunaan tenaga yang tidak efisien (terlalu banyak).&lt;br /&gt;- Gula Palem (Palma) memiliki nilai gizi paling unggul untuk kenikmatan dan aspek kesehatan manusia.  Lebih unggul dibandingkan gula dari non Palma seperti dari Tebu, pohon Maple, Jagung, Singkong, tanaman Bit, dll.&lt;br /&gt;- Perajin gula rakyat masih susah dan sengsara, belum sejahtera meskipun volume kerja merka sangat tinggi, nilai hasil kerja dan hasil jerih payah mereka belum sebanding dengan resiko dan beban kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan &lt;br /&gt;- Melakukan perbaikan sistem usaha gula rakyat yang memadukan antara teknologi, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan dan jaminan sosial ekonomi para pelaku usaha.&lt;br /&gt;- Penciptaan pemberdayaan dengan pola kemitraan yang adil dan saling menguntungkan.&lt;br /&gt;- Menciptakan produk-produk gula rakyat Indonesia yang bermutu tinggi, berdaya saing tinggi, bercitra tinggi, bergengsi, sebagai produk yang bermartabat di pasar global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola Kemitraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 pihak yang akan terlibat dalam kemitraan yang bertajuk Indonesian Palm Sugar In Corporated (IPSIC), yaitu :&lt;br /&gt;1. Para Perajin Gula&lt;br /&gt;2. Para Investor&lt;br /&gt;3. Pengelola IPSIC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian peran dalam kemitraan ini adalah digambarkan dalam diagram sebagai berkut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SsweL_8ddqI/AAAAAAAABio/6wMuVZ1VsME/s1600-h/IPSIC-Skema.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 257px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SsweL_8ddqI/AAAAAAAABio/6wMuVZ1VsME/s320/IPSIC-Skema.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389716045548058274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROSPEK BISNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi skala usaha : &lt;br /&gt;60 ton gula merah per bulan &gt; 720 ton per tahun atau 2 ton per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai investasi alat unit pengolahan dan sistem IPSIC :&lt;br /&gt;-  Alat   Rp  1,6 M&lt;br /&gt;-  Operasonal Rp  0,4 M&lt;br /&gt; Jumlah Rp  2,0 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stake Holder :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Investor :   nilai saham Rp  100.000 per saham&lt;br /&gt;   Jumlah saham : 20.000 lembar saham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Perajin Gula Jika diasumsikan setiap perajin mampu menghasilkan nira dengan konversi ke Gula = 40 kg per hari, maka untuk mencapai produksi 2.000 kg/hari diperlukan 50 orang perajin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyeksi Usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Cara Tradisional :&lt;br /&gt;    Produksi 2 ton/hari x Rp 5.000/kg = Rp  10 juta/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Cara Modern (dengan perbaikan teknologi, peningkatan mutu yang standard ekspor, dengan pengemasan yang baik dan menarik  serta menurunnya biaya produksi dan pengolahan , adanya tambahan produk sampingan, maka proyeksinya sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.  Produksi 2 ton/hari x Rp 13.000/kg = Rp 26 juta/hari&lt;br /&gt;Dan nilai tambah yang berasal dari :&lt;br /&gt;b. Penghematan Bahan Bakar :  50 % dari 40 ton = 20 ton =(5 truk)  @ Rp 400.000 = Rp 2 juta / hari&lt;br /&gt;c. Produk Arang :  25% x 20 ton /hari = 5 ton Arang, jika&lt;br /&gt;@ Rp 1000/kg maka = Rp 5 juta/hari&lt;br /&gt;d. Asap Cair   :  25% x 20 ton /hari = 5 ton Asap Cair / hari, jika @ Rp 5.000/kg, maka = Rp 25 juta/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hitungan yang (a)  saja sudah bisa memberikan nilai tambah 2,6 kali lipat atau 260 %.   Kalau nilai tambah dari point (b), (c) dan (d) dihitung yaitu  nilai tambahnya  Rp 32 juta/ hari, maka  jumlah (a) sampai (d) = Rp 58 juta/hari  atau 5,8 kali lipatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diasumsikan ada peningkatan sekitar 250 % atau 2,5 kali lipat saja, maka ada niali tambah sebesar 150 % atau 1,5 kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan nilai tambah bulanan dan tahunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Tradisional  :  Rp 10 juta/hari---Rp  300 juta/bulan-----Rp   3,6 M/tahun&lt;br /&gt;-  IPSIC        :  Rp 25 juta/hari---Rp  750 juta/bulan-----Rp   9   M/tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada nilai tambah   ................. Rp  450 juta/bulan-----Rp   5,4 M/tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian Nilai Tambah kepada para Stake Holder dan Program Pengembangan  dengan proporsi pembagian SHU (sisa hasil usaha)  atau nilai tambah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran Nilai Tambah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SsweK0ylmZI/AAAAAAAABiY/5teUmKQcoxc/s1600-h/IPSIC-Sasaran-Nilai-Tambah1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 99px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SsweK0ylmZI/AAAAAAAABiY/5teUmKQcoxc/s320/IPSIC-Sasaran-Nilai-Tambah1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389716025373989266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang dipilih adalah proporsi Pro Future 3, yaitu masing-masing 25 %, maka perhitungan nilai tambah yang akan diperoleh oleh masing-masing sasaran adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 % dari Nilai Tambah  :  25 % x Rp 450 juta/bulan  =  Rp 112,5 juta/ bulan&lt;br /&gt;         =  Rp  1,325 M/tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SASARAN NILAI TAMBAH DENGAN PROPORSI PRO FUTURE 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran Nilai Tambah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SsweKhNtcxI/AAAAAAAABiQ/XssZEttvPos/s1600-h/IPSIC-Sasaran-Nilai-Tambah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 171px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SsweKhNtcxI/AAAAAAAABiQ/XssZEttvPos/s320/IPSIC-Sasaran-Nilai-Tambah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389716020119040786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROSPEK PENGEMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada skema IPSIC  ini adalah 25 % nilai tambah diarahkan untuk beberapa jenis pengembangan, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Riset&lt;br /&gt;2.  Pengembangan kapasitas produksi&lt;br /&gt;3.  Jaminan kesejahteraan sosial&lt;br /&gt;4.  Sosial corporate responsiblity (SCR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tahap awal diarahkan kepada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Para perajin&lt;br /&gt;2.  Pengembangan perajin di luar sistem&lt;br /&gt;3.  Riset pasar yang lebih luas : Pasar  ekspor dan produk yang very excelent&lt;br /&gt;4.  Branding development dari gula merah organik.untuk meraih seluruh perajin gula merah (rakyat) di tanah air untuk bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian pembangunan jaringan dari semua yang terlibat ini akan semakin kuat, sehat dan sangat diperhitungkan dunia.&lt;br /&gt;IPSIC bisa menjadi semacam jaringan MLM dalam pemasaran produknya, atau menggunakan sistem frenchise dalam pengembangan bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola Pengembangan Cabang-cabang di seluruh wilayah Indonesia  tentu akan cepat sekali berkembang.  Pengembangan ini harus terus dikontrol, antara lain dengan cara :&lt;br /&gt;a.  Patent Teknologi pengolahannya&lt;br /&gt;b.  Sertifikasi produk dengan Branding yang kuat&lt;br /&gt;c.  Penguasaan jaring pemasaran yang terjaga&lt;br /&gt;d.  Sistem komunikasi dan pembinaan jaringan yang menciptakan kondisi anggota semakin setia dan ikut menjaga bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun indikator atau ukuran dalam menentukan perlunya dibuka cabang atau perwakilan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.  Volume / kapasitas produksi&lt;br /&gt;b.  Jumlah perajin yang terlibat&lt;br /&gt;c.  Wilayah yang eksklusif.&lt;br /&gt;d. Jagkauan handlingnya&lt;br /&gt;e. Adanya rekomendasi dari mitra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANAJEMEN PENGELOLAAN USAHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unit Produksi :&lt;br /&gt;- Proses pengumpulan nira &lt;br /&gt;- Sistem perlakuan nira pretreatment &amp; Storage&lt;br /&gt;- Sistem penyiapan bahan bakar&lt;br /&gt;- Sistem pengolahan bahan bakar&lt;br /&gt;- Sistem pengolahan nira menjadi gula&lt;br /&gt;- Sistem pengemasan dan penggudangan&lt;br /&gt;- Sistem pemeliharaan peralatan&lt;br /&gt;- Sistem pengelolaan produk samping : arang dan asap cair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unit Pemasaran dan Pengembangan Pasar.&lt;br /&gt;- Riset pasar dan promosi&lt;br /&gt;- Sistem tranfortasi dan delivery/ order (do)&lt;br /&gt;- Sistem penggudangan&lt;br /&gt;- Sistem keagenan dan out let&lt;br /&gt;- Direct  Selling dan Canvassing&lt;br /&gt;- On line marketing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unit SDM, Administrasi dan keuangan&lt;br /&gt;- Sistem data dan laporan&lt;br /&gt;- Humas dan Korespondasi&lt;br /&gt;- Kesejahteraan&lt;br /&gt;- Sosial malfore&lt;br /&gt;- Finansial&lt;br /&gt;- Pemeliharaan perajin (baru dan lama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA TAHAP PENGEMBANGAN/ REPLIKASI USAHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Tahap Pemantaban : Bulan 1 s/d ke 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tahap Pengembangan I - Jatim&lt;br /&gt; I. Bulan ke   7 s/d 12 – 120 ton/ bulan&lt;br /&gt; II Bulan ke 13 s/d 18 – 180 ton/ bulan&lt;br /&gt;III. Bulan ke 19 s/d 24 – 240 ton/ bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tahap Pengembangan Lanjutan&lt;br /&gt; I. Pembukaan Kebun Baru&lt;br /&gt;   – Perkebunan/ Estate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Pembukaan Pruduk Baru &lt;br /&gt;  - Industri pengolahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Pembukaan Jenis Usaha Baru &lt;br /&gt; – Devisi alat/ Mesin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Pembukaan Wilayah-wilayah Baru &lt;br /&gt; – NTT/ NTB&lt;br /&gt; -  Sulawesi &lt;br /&gt;           -  Jawa Tengah/ Jawa Barat&lt;br /&gt;           -  Kalimantan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Palm Sugar  In corporation&lt;br /&gt;- PT. IPSIC&lt;br /&gt;- PT. IPSIC Tbk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyeksi Pengembangan Usaha terhadap Nilai Tambah, Jumlah Nira yang diperlukan, Kapasitas Alat Pengolahan dan Produk Gula yag dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SsweLWL6nGI/AAAAAAAABig/C6ZxG_QWwf0/s1600-h/IPSIC-Volume-Usaha.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 294px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SsweLWL6nGI/AAAAAAAABig/C6ZxG_QWwf0/s320/IPSIC-Volume-Usaha.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389716034338593890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-3840689911573002364?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/3840689911573002364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/10/indonesian-palm-sugar-in-corporated_4134.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/3840689911573002364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/3840689911573002364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/10/indonesian-palm-sugar-in-corporated_4134.html' title='INDONESIAN PALM SUGAR IN CORPORATED (IPSIC)'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SsweL_8ddqI/AAAAAAAABio/6wMuVZ1VsME/s72-c/IPSIC-Skema.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-5348092335909176399</id><published>2009-10-06T21:23:00.001-07:00</published><updated>2009-10-06T22:02:34.340-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-5348092335909176399?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/5348092335909176399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/10/indonesian-palm-sugar-in-corporated_06.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/5348092335909176399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/5348092335909176399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/10/indonesian-palm-sugar-in-corporated_06.html' title=''/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-3410799628806055579</id><published>2009-10-06T21:23:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T22:03:33.190-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-3410799628806055579?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/3410799628806055579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/10/indonesian-palm-sugar-in-corporated.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/3410799628806055579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/3410799628806055579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/10/indonesian-palm-sugar-in-corporated.html' title=''/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-4125365190755711508</id><published>2009-09-03T16:36:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T16:42:25.577-07:00</updated><title type='text'>MENUJU BUDAYA INDUSTRI GULA RAKYAT YANG ADIL, MAJU, BERMARTABAT DAN MENSEJAHTERAKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SqBUR-6ryyI/AAAAAAAABYI/cAxBSCqoMtY/s1600-h/kebun-kelapa-di-sebatik2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SqBUR-6ryyI/AAAAAAAABYI/cAxBSCqoMtY/s320/kebun-kelapa-di-sebatik2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377390623004019490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SqBURb_VbSI/AAAAAAAABYA/2VACyRv_8f4/s1600-h/kebun-kelapa-di-sebatik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SqBURb_VbSI/AAAAAAAABYA/2VACyRv_8f4/s320/kebun-kelapa-di-sebatik.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377390613628284194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SqBUQ005tYI/AAAAAAAABX4/KrHDvHY6Au8/s1600-h/Pedagang-dan-Penderes-Kelap.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SqBUQ005tYI/AAAAAAAABX4/KrHDvHY6Au8/s320/Pedagang-dan-Penderes-Kelap.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377390603115541890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SqBUQWf-W4I/AAAAAAAABXw/ZqmrTcAvu3c/s1600-h/Panjat-kelapa-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SqBUQWf-W4I/AAAAAAAABXw/ZqmrTcAvu3c/s320/Panjat-kelapa-2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377390594974702466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SqBUPxp-mJI/AAAAAAAABXo/VXgyQRkk2ys/s1600-h/Panjat-kelapa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SqBUPxp-mJI/AAAAAAAABXo/VXgyQRkk2ys/s320/Panjat-kelapa.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377390585084549266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;MENUJU BUDAYA INDUSTRI GULA RAKYAT YANG ADIL, MAJU, BERMARTABAT DAN MENSEJAHTERAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Oleh :  Dian Kusumanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan utama seorang perajin gula kelapa adalah memanjat pohon, menyadap mayang kelapa dan menampung air nira dan mengolahnya menjadi gula.  Kalau diamati, kegiatan yang saling berbahaya dan beresiko tinggi adalah memanjat pohon kelapa.  Dalam sehari rata-rata para perajin memanjat 50 pohon kelapa bahkan ada yang sampai 100 pohon kelapa setiap hari 2 kali pagi dan sore.  Misalnya sekali saja dia terjatuh, maka bisa jadi dia tidak bisa lagi memanjat seterusnya.  Kelapa yang dipanjat rata-rata sudah sangat tinggi diatas 10 meteran.  Resiko yang paling fatal adalah meninggal dunia atau cacat seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini para perajin belum ada yang dilindungi atau dijamin oleh asuransi.  Juragan gula tidak terkait dengan resiko yang dialami oleh para perajin.  Juragan gula hanya tahunya membayar jika dia setor gula.  Sejak dulu hingga sekarang belum ada perusahaan penampung yang mengasuransikan para pekerjanya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jaminan biaya kesehatan bagi keluarganya tentu juga tidak ada.  Apabila ada keluarga yang sakit dan perajin dituntut untuk terus memanjat pohon dengan kondisi psikologis sedang merasakan kesedihannya tentu resiko kecelakaan bisa lebih tinggi.  Dari sisi ini terlihat bahwa para perajin belum bisa dikatakan sejahtera dan terjamin kehidupan sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini memang tidak mudah untuk merubah tatanan yang sudah ada secara turun menurun.  Tatanan sosial pada kerja seperti ini layaknya pola-pola jaman kolonialisme dulu.  Dulu jaman tanam paksa, jaman kerja paksa tapi yang sekarang ini jaman terpaksa kerja karena kalau tidak kerja keluarga tidak makan.&lt;br /&gt;Struktur perekonomian seperti ini sebenarnya berpola imperialis, kapitalis yang merupakan praktek-praktek kaum neoliberalisme.  Tapi sepertinya hal ini tidak disadari karena dianggap sudah benar,”sudah adil”, padahal ini tidak manusiawi.  Kenapa dikatakan tidak manusiawi.&lt;br /&gt;Sebenarnya para perajin ini adalah tulang punggung utama sistem industri gula rakyat.  Kalau tidak ada kerja keras dan sangat beresiko dari mereka, sistem ini tidak jalan.  Namun jerih payahnya belum sebanding dengan nilai ekonomi yang diperolehnya.  Dia sudah menjamin sistem ini tetap berjalan, tetapi dia sendiri tidak terjamin keselamatannya, kesehatan, kesejahteraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pihak yang menjalankan sistem ini seolah tidak mau peduli dengan ketidak adilan ini, yang penting usaha tetap lancar karena mereka tetap terpaksa bekerja.  Jadi energi mereka sebenarnya karena keterpaksaan keadaan.  Semangat kerja mereka karena keterpaksaan untuk tetap menghidupi keluarganya, meskipun dengan resiko yang sangat tidak seimbang dengan imbalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita melihat kehidupan para perajin dan tingkat penghasilanya sebenarnya bisa kita tingkatkan.  Pola sistem usaha yang selama ini berlaku pun kalua kita mau bisa juga kita rubah.  Sistem yang selama ini terasa penuh keterpaksaan, bisa kita buat menjadi sistem kerja yang sangat menyenangkan dan membanggakan.  Chimistery usaha gula kelapa ini memang harus berubah dengan kondisi usaha yang penuh rasa saling memerlukan, saling menghargai dan saling percaya.  Hal ini tejadi karena beberapa hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Mutu gula kelapa rendah&lt;br /&gt;2) Akibatnya harga gula juga murah&lt;br /&gt;3) Biaya bahan bakar mahal dan semakin mahal&lt;br /&gt;4) Pasar gula kelapa masih sangat terbatas dan belum bersaing&lt;br /&gt;5) Peralatan mengolah gula masih sangat sederhana/ tradisional&lt;br /&gt;6) Masih sering terjadi kecurangan dan kekurangterbukaan di dalam sistem&lt;br /&gt;7) Masih ada perasaan saling tidak adil, saling mencurangi, merasa dirugikan satu sama lain&lt;br /&gt;8) Terjadinya persaingan yang tidak sehat diantara para pedagang gula, mereka memang tidak bersatu atau disatukan, mereka bekerja sendiri-sendiri&lt;br /&gt;9) Tidak adanya regulasi yang ketat yang melindungi sistem usaha ini,&lt;br /&gt;10) Dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapa saja yang masuk dalam industri gula kelapa rakyat ini .&lt;br /&gt;1) Pemilik pohon&lt;br /&gt;2) Perajin gula (pemanjat dan pengolah)&lt;br /&gt;3) Pedagang pengepul&lt;br /&gt;4) Pedagang besar&lt;br /&gt;5) Pasar/ pabrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem industri gula kelapa rakyat terdiri dari banyak sub sistem yang terkait, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pohon kelapa dan produktifitas nira dari setiap pohon&lt;br /&gt;2) Sub sistem penyadapan&lt;br /&gt;3) Sub sistem penampungan nira di atas pohon&lt;br /&gt;4) Sub sistem penampungan nira di bawah pohon&lt;br /&gt;5) Sub sistem pengolahan yang meliputi :&lt;br /&gt; Teknologi pengolahan&lt;br /&gt; Sub sistem tungku&lt;br /&gt; Sub sistem bahan bakar&lt;br /&gt; Sub sistem alat cetak gula&lt;br /&gt; Sub sistem pengemasan&lt;br /&gt; Sub sistem pengangkutan nira&lt;br /&gt;6) Sub sistem pemasaran.&lt;br /&gt; Mutu gula&lt;br /&gt; Kemasan gula &lt;br /&gt; Harga gula&lt;br /&gt; Volume gula&lt;br /&gt; Pengangkutan gula&lt;br /&gt; Penyimpanan gula&lt;br /&gt; Segmentasi pasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam merubah insustri gula ini menuju industri gula rakyat yang mensejahterakan, yang memberi martabat seluruh sistem terkait, maka harus mempertimbangkan beberapa hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Suasana kebersamaan dan saling menghormati&lt;br /&gt;2) Sikap saling percaya, amanah, dan kejujuran&lt;br /&gt;3) Saling menyayangi dan saling membantu&lt;br /&gt;4) Menciptakan misi dan visi bersama&lt;br /&gt;5) Menjaga mutu produk dan postise kerja&lt;br /&gt;6) Penghargaan terhadap hasil kerja yang bagus&lt;br /&gt;7) Keterbukaan dan keadilan&lt;br /&gt;8) Menjunjung inovasi-inovasi baru guna efisiensi usaha dan penguatan daya saring produk bersama&lt;br /&gt;9) Saling mengingatkan secara yang terhormat&lt;br /&gt;10)  Kebersamaan dalam menghadapi globalisasi dan persaingan dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan ini harus dimulai dengan budaya kinerja yang smart, yang cerdas, unggul,  bermartabat dan mulia.  Kerja ini semua adalah bagian dari ibadah, untuk  kemaslahatan bersama, untuk mencari nafkah keluarga dengan rezki yang halal, untuk menghasilkan produk yang bermutu tinggi bagi konsumen.  Harus ditanamkan suatu anggapan bahwa konsumen juga agar menghargai produk gula kelapa kita sebanding dengan citra yang dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan budaya industri gula kelapa rakyat ini sangat mungkin untuk dilakukan.  Peluang itu sesungguhnya sangat terbuka.&lt;br /&gt;Ada beberapa skenario yang bisa menjadi alternatif perubahan budaya industri gula kelapa rakyat menjadi lebih baik.  Salah satu skenario akan dipaparkan dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama.  Penerapan teknologi baru yang smart.  &lt;br /&gt;Prinsipnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Hemat bahan bakar&lt;br /&gt;2) Mutu gula bisa diatur/ ditingkatkan&lt;br /&gt;3) Pemasakan nira  dengan suhu rendah&lt;br /&gt;4) Kapasitas evaporasi dipercepat&lt;br /&gt;5) Indikator-indikator mutu diukur sesuai standard&lt;br /&gt;6) Nilai tambah/ side produk dari hasil pengolahan/ pembakaran, yaitu menjadi arang/ briket arang dan asap cair.&lt;br /&gt;7) Hemat tenaga/ mudah pengoperasianya/ pemeliharaannya&lt;br /&gt;8) Sistem pengemasan dan penyimpanan yang menarik dan dapat mempertahankan mutu/ penampilan pruduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua.  Penerapan sistem kemitraan yang berkeadilaan.&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip yang diterapkan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Standard mutu terukur dengan indikator yang jelas dan disepakati bersama&lt;br /&gt;2) Penerapan sistem bagi hasil berdasarkan kesepakatan bersama &lt;br /&gt;3) Ada sistem reward/ komisi jika good prestasi  dan ada punishment/ sanksi/ denda jika wan prestasi.&lt;br /&gt;4) Ada pertemuan formal dan silahturahmi informal untuk kesempatan sharing mengatasi masalah/ kendala yang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga.  Pembangunan karakter (character  building)&lt;br /&gt;1) Pembinaan rohani, jasmani yang melibatkan keluarga&lt;br /&gt;2) Jaminan kesehatan, keselamatan kerja, seluruh stake holder dan keluarganya&lt;br /&gt;3) Jaminan sosial, pendidikan anak (keluarga), jaminan kesejahteraan jasmani dan rohani&lt;br /&gt;4) Peningkatan profesionalisme dan mutu kehidupan&lt;br /&gt;5) Refresing/ rekreasi&lt;br /&gt;6) Pendidikan dan pelatihan teknis dan manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(.......................Insya Allah ada sambungannya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-4125365190755711508?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/4125365190755711508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/09/menuju-budaya-industri-gula-rakyat-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/4125365190755711508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/4125365190755711508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/09/menuju-budaya-industri-gula-rakyat-yang.html' title='MENUJU BUDAYA INDUSTRI GULA RAKYAT YANG ADIL, MAJU, BERMARTABAT DAN MENSEJAHTERAKAN'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SqBUR-6ryyI/AAAAAAAABYI/cAxBSCqoMtY/s72-c/kebun-kelapa-di-sebatik2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-2128135718148935240</id><published>2009-08-06T16:07:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T16:19:34.357-07:00</updated><title type='text'>Spray Evaporator untuk pengolah Nira menjadi Gula Cair</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/Sntk3sGZtEI/AAAAAAAABVU/OXSg2uI3_mw/s1600-h/Aliran-Nira-pada-Kisi-Payun.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 166px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/Sntk3sGZtEI/AAAAAAAABVU/OXSg2uI3_mw/s320/Aliran-Nira-pada-Kisi-Payun.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366994288835671106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Spray Evaporator untuk pengolah Nira menjadi Gula Cair&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;by : dian k&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SntiTahtb-I/AAAAAAAABVE/v5Q89zGek-Q/s1600-h/Spray-Evaporator-3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 148px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SntiTahtb-I/AAAAAAAABVE/v5Q89zGek-Q/s320/Spray-Evaporator-3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366991466619826146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 253px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SntkA9UwrQI/AAAAAAAABVM/cxCbvH9oQqo/s320/Kisi-Payung-Spray-Evaporato.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366993348566494466" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 166px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/Sntk3sGZtEI/AAAAAAAABVU/OXSg2uI3_mw/s320/Aliran-Nira-pada-Kisi-Payun.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366994288835671106" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-2128135718148935240?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/2128135718148935240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/08/spray-evaporator-untuk-pengolah-nira.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/2128135718148935240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/2128135718148935240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/08/spray-evaporator-untuk-pengolah-nira.html' title='Spray Evaporator untuk pengolah Nira menjadi Gula Cair'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/Sntk3sGZtEI/AAAAAAAABVU/OXSg2uI3_mw/s72-c/Aliran-Nira-pada-Kisi-Payun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-7493791437485540953</id><published>2009-08-06T14:51:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T15:13:22.955-07:00</updated><title type='text'>MERANCANG PERMINTAAN GULA KELAPA SEMUT ORGANIK (COCONUT BROWN SUGAR ORGANIC) DARI PT BENING BIG TREE FARM BALI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SntUmRa9LiI/AAAAAAAABTs/qA2qeeEJb7A/s1600-h/Kebun-kelapa-%26-Pemanjatnya.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SntUmRa9LiI/AAAAAAAABTs/qA2qeeEJb7A/s320/Kebun-kelapa-%26-Pemanjatnya.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366976397430304290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SntUl9lGUWI/AAAAAAAABTc/lCPVIbIS-5o/s1600-h/Tungku-untuk-Gula-Kelapa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SntUl9lGUWI/AAAAAAAABTc/lCPVIbIS-5o/s320/Tungku-untuk-Gula-Kelapa.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366976392104137058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SntUlvdVx_I/AAAAAAAABTU/hMYT4QiZ5UA/s1600-h/Tungku-lagi-menyala.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SntUlvdVx_I/AAAAAAAABTU/hMYT4QiZ5UA/s320/Tungku-lagi-menyala.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366976388313499634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;MERANCANG PERMINTAAN GULA KELAPA SEMUT ORGANIK (COCONUT BROWN SUGAR ORGANIC) DARI  PT BENING BIG TREE FARM  BALI  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Dian Kusumanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir Juli 2009 yang lalu saya mendapat telpon dari Ibu Wahyu Sriningsih dari PT Bening Big Tree Farm (BBTF).   Ibu Wahyu ini mengatakan bahwa perusahaannya bergerak di bidang sertifikasi produk organik dan sekaligus sebagai penampung dan pengekspor produk-produk organik ke Amerika Serikat.   Produk-produk organik yang sudah ditangani ada beberapa macam antara lain adalah Gula Kelapa Serbuk (Coconut Brown Sugar).   Beliau juga menyampaikan target permintaan dari pembelinya di Amerika Serikat untuk Coconut Brown Sugar  sekarang ini sebenarnya sekitar 60 ton per bulan.  Namun yang baru bisa dipenuhi adalah 12 ton, yang berasal dari petan binaannya yang ada di Jogja dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada saya meminta informasi tentang sumber-sumber atau sentra-sentra produksi gula kelapa rakyat yang bisa diarahkan atau dibina menuju produksi gula kelapa serbuk organik sesuai permintaan pasar yang ada di Amerika Serikat.   Saya belum bisa memberikan data pasti, kecuali beberapa gambaran yang belum detail tentang sumber atau sentra produksi gula kelapa ini.   Kalau untuk merubah dari yang tradisional menuju gula kelapa organik standard ekspor, saya mengira hal in tidak terlampau sulit apalagi jika tawaran harganya juga cukup menggairahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian terbayang kepada para perajin Gula Kelapa yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Jember, Blitar, Banyumas, Cilacap, dll.  yang selama ini masih belum terakses dengan pasar di luar negeri.   Mutu produk mereka sejak jaman dulu kala masih seperti itu itu saja.  Tidak ada perkembangan dan perubahan yang lebih baik, tidak ada merek, apalagi sertifikasi produk organik.  Jaminan mutu atau kualitas produk belum ada, namun herannya konsumen juga masih terus menggunakan produk tradisional ini.  Hal ini karena harganya terjangkau alias murah  Akibatnya adalah nasib para perajin juga masih biasa-biasa saja, belum terangkat menjadi lebih baik.  &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 294px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SntUmFbSzuI/AAAAAAAABTk/EUyN-q0oUGQ/s320/Petani-berangkat-mau-nyadap.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366976394210496226" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SntUlfI82hI/AAAAAAAABTM/rtMDFh37ISQ/s320/Pondok-pondok-Masak-Gula.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366976383933012498" /&gt;&lt;/p&gt;Dalam tulisan yang lalu pernah saya uraikan tentang rancangan yang barangkali bisa memperbaiki nasib mereka dengan suatu pola baru.  Suatu pola baru itu memasukkan unsur teknologi tungku dalam penghematan bahan bakar dan tenaga kerja, perbaikan mutu produk gula dan  menambah produk-produk samping bernilai tambah tinggi seperti arang dan asap cair.  Selain itu pola baru yang saya rancang itu juga memperbaiki sistem kelembagaan atau organisasi usaha dengan berkelompok atau berkooperasi dengan pola hubungan antar pelaku yang lebih adil.   Alhasil dengan pola baru nanti beberapa nilai tambah itu akan diperoleh bagi seluruh pelaku usaha gula kelapa rakyat ini,  yang muaranya adalah perbaikan pendapatan dan kesejahteraan seluruh pelaku usaha secara adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian otak saya berputar, bahwa tawaran dan informasi ini kiranya adalah merupakan sambutan positif dari konsep yang pernah saya tulis dulu.  Dan memang Ibu Wahyu ini tertarik setelah membaca tulisan saya itu yang diposting di http://kebun-kelapa.blogspot.com.   Setelah beberapa hari mengendap barulah saya mencoba menghitug-hitungnya dan menulis artikel ini.  Saya berharap artikel ini bisa menggugah para perajin yang ingin merubah mind set produknya dari yang tradisional menuju pasar ekspor, minimal dapat memenuhi pasar yang sudah dirintis oleh  PT Bening Big Tree Farm ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka 60 ton per bulan itu sudah sangat menantang.  Jika dihitung per hari berarti 2 ton atau 2.000 kg per hari.   Berapa banyak petani perajin untuk dapat memenuhi angka ini?   Hitungan yang saya ambil dari tingkat lapangan di Desa Pondok Nongko Kecamatan Kabat Banyuwangi adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a).  Setiap perajin biasanya mengelola antara 50 - 60 pohon kelapa,  masing-masing memiliki unit pengolahan yang berupa tungku dan peralatan lainnya.&lt;br /&gt;b).  Produksi gula cetak berkisar antara  25 – 40 kg per hari per perajin dengan 1 unit tungku pengolah gula.&lt;br /&gt;c).  Setoran gula kepada pemilik kebun kelapa adalah 1 ons per pohon per hari kalau 50-60 pohon berarti sekitar 5 - 6 kg /hai per perajin.&lt;br /&gt;d).  Harga jual di tingkat pengepul Rp 5.000/kg&lt;br /&gt;e).  Kebutuhan kayu bakar 1 truk dengan harga Rp 375.000/ truk digunakan untuk 10-15 hari.&lt;br /&gt;f).  Tenaga kerja yang digunakan biasanya :  1 - 2 orang sebagai pemanjat dan 1 orang yang memasak dan mencetak gula (biasanya keluarga sendiri).&lt;br /&gt;g). Masing-masing perajin sudah terikat kontrak pembelian dengan para pengepul Gula, bahkan para perajin sudah hutang alias bon uang atau barang kepada pengepul atau juragan gula.&lt;br /&gt;h). Selain melakukan pemanjatan,  sepanjang hari kerja mereka di rumah gubuk atau pondok kecil beratap daun atau genteng yang didirikan ditengah, dipinggir atau di dekat kebun kelapa yang disadap niranya.  Pondok ini digunakan sebagai  rumah tungku dan tempat beristirahat sekaligus untuk mengolah, mencetak dan menyimpan gula sebelum disetor ke pengepul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gambaran di atas dapat dihitung, bahwa untuk target 2.000 kg sehari atau 60 ton per bulan, dapat diperoleh dari  antara 50 – 80 perajin.   Kalau misalnya setiap 10 orang perajin dibentuk 1 (satu) kelompok, maka akan dibentuk antara 5 – 8 kelompok.   Setiap kelompok nanti diharapkan akan dapat menghasilkan gula antara  250 – 400 kg per hari.  Jadi kalau setiap kelompok itu alat pengolahannya disatukan, maka setiap kelompok memerlukan alat pengolah gula dengan kapasitas 250 – 400 kg Gula per hari, yang berasal dari nira kelapa sekitar  1.250 – 2.000 liter per hari, atau yang disadap dari pohon kelapa sebanyak antara 500 – 600 pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa satu kelompok itu terdiri dari 10 orang, karena kalau terlalu banyak agak susah kita mengaturnya, terutama kalau pola menejemen diserahkan kepada salah satu diantara para perajin atau orang luar yang dipilih mereka.  Kadang-kadang ini yang agak sulit, karena selama ini mereka saling bersaing.  Akan lebih bagus bila menejemen korporasi ini dikelola langsung oleh pihak ketiga yang bisa dianggap adil oleh mereka.    Sebaliknya kalau terlalu sedikit anggota kelmpoknya nanti kapasitas alat dan mesin pengolah telalu kecil, maka kurang efisien.  Angka ini juga tidak patokan kaku, tapi bisa disesuaikan dengan pertimbangan-pertimbangan lainnya, terutama kapasitas alatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang menarik dari tawaran dari Ibu Wahyu ini.  Tidak lain adalah bahwa produk Gula Kelapa kita akan menerobos pasar Amerika dengan jaminan setifikasi dari  BBTF.   Kemudian produk Gula kita akan mempunyai merek dan sekaligus patent sebagai syarat jaminan mutu.   Jumlah 60 ton per bulan memang tidak terlalu besar bagi potensi produksi Gula rakyat yang ada di Indonesia.  Tap bukankah untuk mencapai  yang besar kita memulai dari yang kecil dulu.   Tapi bagi sesuatu yang baru angka 60 ton ini cukup besar juga, karena akan melibatkan ratusan orang yang selama ini pola usahanya masih individual dan tidak pernah berorganisasi secara rapi.  Ini merupakan pembelajaran sekaligus tantangan yang sebenarnya juga cukup rumit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas cerita melalui telpon dari Ibu Wahyu seolah menyiratkan sulitnya mengelola petani yang ada di Jogjakarta, yang sekarang baru mencapai produk 12 ton per bulan.   Seolah-olah seperti sulitnya menjinakkan hewan yang biasanya liar dari hutan yang kemudian harus terkurung dalam sangkar sistem yang penuh aturan dan perjanjian-perjanjian.   Biasanya memang ada saja yang bersikap kontra produktif dengan sistem baru yang sedang dibangun itu.  Sebenarnya pihak  BBTF akan lebih senang jika ada pihak yang dapat mengelola korporasi ini secara mandiri, namun tetap masih dalam aturan sistem yang disepakati bersama, sehingga pihak BBTF akan bisa mengembangkan pada pasar  yang lebih luas dengan kuota yang lebih besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berapa sih nilai harga Gula Kelapa Serbuk Organik yang diterima pihak  BBTF?  Harga yang kemarin dibuka adalah Rp 13.000 per kg.   Jadi kalau kuota 60 ton per bulan bisa dipenuhi, artinya ada potensi devisa sebesar  Rp 780 juta per bulan.  Kalau korporasi dengan peran dan jasanya memungut Rp 1.500  per kg Gula dari para perajin, maka korporasi akan berpotensi mendapatkan pemasukan sekitar Rp 90 juta per bulan.   Para perajin yang tegabung akan mendapatkan Rp 11.500 per kg Gula atau seluruhnya berjumlah Rp 690 juta per bulan.   Kalau jumlah perajin yang terlibat  sebanyak 50-80 orang, maka setiap orang berpotensi mendapatkan hasil penjualan Gula sebesar rata-rata antara Rp 8.625.000 sampai  Rp 13  juta per bulan  atau antara Rp 287.500 sampai Rp  433.333  per orang per hari.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kalau proporsi ini dikembangkan dengan beberapa alternatif dapat banyak pilihan pola proporsi harga sekaligus nilai pendapatan antar pelaku usaga Gula Kelapa Serbuk Organik ini.  Beberapa alternatif itu adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No.---Harga BBTF---Jasa Korp. ---Laba (Rp/kg) --Laba (Rp /60 ton/bln)  ----per petani&lt;br /&gt; ------(Rp/kg) -------(Rp/kg) -----Korporasi-------Korporasi--Petani---------(Rp/bln)       .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. -----13.000 --------12.000 -----1.000    ---------60 juta -----720 juta -------9.0 -  14,4 jt&lt;br /&gt;2. -----13.000 --------11.500 -----1.500    ---------90 juta -----690 juta -------8,6 – 13,0 jt&lt;br /&gt;3. -----13.000 --------11.000 -----2.000  ------- 120 juta -----660 juta -------8,2 -  13,2 jt&lt;br /&gt;4. -----13.000 --------10.500 -----2.500  --------150 juta -----630 juta -------7,8 -  12,6 jt&lt;br /&gt;5.----- 13.000 --------10.000 -----3.000  --------180 juta -----600 juta -------7,5 -  12,0 jt&lt;br /&gt;6. -----13.000   ---------9.500 ------3.500  --------210 juta -----570 juta -------7,2 -  11,4 jt&lt;br /&gt;7. -----13.000   ---------9.000 ------4.000  --------240 juta -----540 juta -------6,9 -  10,8 jt&lt;br /&gt;8. -----13.000   ---------8.500 ------4.500  --------270 juta -----510 juta --------6.6 -  10.2 jt&lt;br /&gt;9. -----13.000   ---------8.000 ------5.000  --------300 juta -----480 juta -------6.3 -    9.6 jt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pada tingkat harga Rp 9.000 per kg saja petani perajin sudah dapat menikmati hasil yang lebih baik dari pada sekarang ini.   Kalau dulu harga Gula Kelapa Cetak hanya senilai Rp 5.000 /kg saja.  Memang dengan diolah menjadi Gula Semut dengan kadar air yang lebih sedikit  maka ada pengurangan hasil gula sekitar 10 %, namun disisi lain ada peningkatan harga.  Kalau dibandingkan antara Gula Semut dengan Gula Cetak maka ada kenaikan sebesar (Rp 9.000 x 90%) – Rp 5.000 = Rp 3.100 per kg Gula Cetak.  Artinya kalau misalnya biasanya petani menghasilkan 30 kg Gula Cetak dengan perolehan kotor Rp 150.000, maka ada penambahan menjadi  Rp 243.000 per hari  atau Rp 7,290.000 per bulan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi  ada keuntungan-keuntungan lain karena  sudah dikelola oleh korporasi seperti :&lt;br /&gt;1. Tenaga pengolahan tidak ada lagi&lt;br /&gt;2. Ongkos pembelian bahan bakar&lt;br /&gt;3. Biaya operasional pemasaran produk&lt;br /&gt;4. Pemeliharaan peralatan,&lt;br /&gt;5. dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para perajin yang tergabung dalam korporasi bisa jadi mendapatkan penawaran-penawaran khusus yang dinikmati misalnya :&lt;br /&gt;1.  Asuransi keselamatan kerja&lt;br /&gt;2.  Asuransi kesehatan bagi keluarga&lt;br /&gt;3.  Jaminan hari tua&lt;br /&gt;4.  Asuransi perumahan&lt;br /&gt;5.  Bantuan pendidikan anak&lt;br /&gt;6.  Fasilitas kredit perumahan&lt;br /&gt;7.  Fasilitas kredit kendaraan,&lt;br /&gt;8.  Fasilitas liburan bersama&lt;br /&gt;9.  Jaminan sosial lainnya&lt;br /&gt;10. Dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengenai pengolahannya?  Pengolahan nira sampai menjadi gula akan dikelola oleh Corporasi (selanjutnya kita sebut dengan koperasi).  Koperasi akan membiayai pengadaan peralatan dan mesin yang diperlukan untuk pengolahan, pengemasan, pengangkutan, penampungan sampai pemasaran gula.  Koperasi juga mengelola administrasi dan keuangan yang menyangkut usaha gula maupun kepentingan-kepentingan anggota koperasi.   Jadi para petani perajin hanya bertugas sebagai penyadap dan pemelihara pohonnya supaya tetap menghasilkan nira yang bermutu bagus yang siap untuk diolah menjadi gula.  Maka untuk pekerjaan inilah koperasi harus memungut jasa kelola usaha ini dengan lebih bermartabat.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pemilik kebun atau pohon kelapa yang disadap?  Pemilik pohon kelapa biasanya hanya menerima bagi hasil berupa gula atau uang senilai 1 ons gula untuk setiap pohon kelapa yang disadap. Jadi kalau ada 50 pohon yang disadap maka pemilik pohon berhak mendapatkan gula sebesar 5 kg atau uang senilai harga gula pada saat itu.  Pemilik pohon bisa mendapatkan gula atau uang sesuai dengan perjanjian yang dibuat sebelumnya.  Ini yang lazim digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dalam koperasi nanti polanya sama?  Kalau masih dinilai bagus dan adil hal ini bisa saja diterapkan.  Namun kalau dinilai kurang adil bisa juga diubah dengan metode yang lain.  Pola yang pernah penulis temui adalah dengan sistem kontrak pohon selama periode waktu tertentu.  Misalnya yang dilakukan Pak Subandi di Sebatik Nunukan, yang mengkontrak 200 pohon kelapa untuk disadap niranya dan dibuat gula.  Untuk 100 (seratus) pohon dikontrak dengan harga Rp 8 juta per tahun.   Jadi kalau 200 pohon Rp 16 juta setahun.  Pada saat itu Pak Subandi bayar di depan atau diawal kontrak itu disepakati dan diperbaruhi setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang menjadi tanggung jawab korporasi ?&lt;br /&gt;1. Membeli nira &lt;br /&gt;2. Mengatur pola kerja para anggota penyadap&lt;br /&gt;3. Mengolah nira menjadi Gula&lt;br /&gt;4. Menyiapkan Alat dan Mesin&lt;br /&gt;5. Menyiapkan Gudang dan Pabrik&lt;br /&gt;6. Menyiapkan Kantor&lt;br /&gt;7. Menyiapkan bahan bakar&lt;br /&gt;8. Memenej seluruh SDM yang terlibat&lt;br /&gt;9. Mengelola administrasi dan keuangan  Koperasi dan angotanya&lt;br /&gt;10. Melakukan hubungan dengan pihak pembeli dan pihak lainnya.&lt;br /&gt;11. Melakukan transaksi perdagangan dengan mitra usaha&lt;br /&gt;12. Melayani kepentingan-kepentingan anggota yang berhubungan dengan usaha dan kepentingan lainnya sesuai kesepakatan.&lt;br /&gt;13. Melakukan riset dan pengembangan usaha.&lt;br /&gt;14.  dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pola kemitraan antara anggota, pengurus koperasi, dan pihak BBTF atau pihakketiga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja nilai tambah dari usaha Coconut Brown Sugar ?&lt;br /&gt;1. Mutu produk lebih bagus (Export Quality)&lt;br /&gt;2. Harga produk lebih tinggi dari biasanya&lt;br /&gt;3. Diversifikasi produk sesuai segmentasi pasar&lt;br /&gt;4. Penghematan bahan bakar&lt;br /&gt;5. Adanya produk samping berupa Arang&lt;br /&gt;6. Adaya produk samping berupa Asap Cair (Liquid Smoke)&lt;br /&gt;7. Penghematan tenaga kerja&lt;br /&gt;8. Adanya jaminan bagi kesehatan, resiko kecelakaan dan jaminan sosial lainnya bagi para anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan nilai tambah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Arang Kayu&lt;br /&gt;Arang kayu yang diperoleh sebanding dengan jumlah kayu yang dibakar, cara pembakaran, nilai konversi dari kayu menjadi arang dan jenis kayu atau biomassa lannya.&lt;br /&gt;Jika diasumsikan nlai konversi dari kayu menjadi arang ini mencapai 30 %, maka jika kayu untuk mengolah nira sebanyak 10.000 liter/hari  ini  20 ton/hari, maka arang yang akan diperoleh adalah  6 ton/hari.  Jika harga arang Rp 1.000/kg maka akan diperoleh nilai tambah dari Arang Kayu ini senilai Rp  6 juta/hari, atau Rp 180 juta/bulan  atau Rp 2,16 M/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Asap Cair&lt;br /&gt;Asap Cair  yang akan diperoleh sebanding dengan jumlah kayu yang dibakar, cara pembakaran, nilai konversi dari kayu menjadi Asap Cair dan jenis kayu atau biomassa lannya.&lt;br /&gt;Jika diasumsikan nlai konversi dari kayu menjadi Asap Cair ini mencapai 20 %, maka jika kayu untuk mengolah nira sebanyak 10.000 liter/hari  ini  20 ton/hari, maka Asap Cair yang akan diperoleh adalah  4 ton/hari.  Jika harga Asap Cair Rp 5.000/kg maka akan diperoleh nilai tambah dari Asap Cair  ini senilai Rp  20 juta/hari, atau Rp 600 juta/bulan  atau Rp 7,2 M/ tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Penghematan kayu bakar&lt;br /&gt;Banyaknya kayu bakar yang digunakan untuk mengolah nira tergantung dengan teknologi dan alat yang digunakan.  Semain efisien teknologi dan aat yang digunakan maka akan semakin sedikit baha bakar kayu yang digunakan.  Pola tradisional yang memasak menggunakan tungku yang sederhana bisa menggunakan kayu yang sangat banyak.  Jika dihitung berdasarkan rasio antara nira yang dimasak sampai menjadi Gula Cetak dengan bahan bakar yang digunakan mungkin akan mencapai  1 liter nira :  4 kg kayu.&lt;br /&gt;Jadi jika 10.000 liter nira yang dimasak maka kayu yang digunakan dengan cara tradisional akan mencapai 40 ton atau 40.000 kg atau sekitar 10 truk kayu.&lt;br /&gt;Namun kalau menggunaka teknologi pengolahan dan tungku yang modern dengan tingkat efisiensi yang tinggi maka bahan bakar bisa dihemat, sebab rationira dan keperluan bahan bakar bisa diperkecil, misalnya menjadi 1 liter dibanding 2 kg bahan bakar kayu.  Sehingga kalau yang diolah 10.000 liter nira/ hari, maka jumlah bahan bakar yang diperlukan adalah 20 ton (5 truk kayu) atau separuh dari sebelumnya.&lt;br /&gt;Kalau 1 truk harga kayu Rp 375.000 maka jika ada penghemaan 5 truk per hari, maka yang dihemat  senilai  RP 1.875.000/ hari atau  Rp 56,25 juta/ bulan atau Rp 675 juta per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.   Mutu produk meningkat harga juga meningkat&lt;br /&gt;Tujuan dari berkoporasi antara lain adalah untuk meningkatkan mutu produk, yang biasanya  berupa Gula Cetak dengan mutu biasa-biasa dan berstandar menjadi aneka produk gula yang berstandard ekspor.   Yang dulunya tidak bemerek menjadi punya merek, punya patent dan bersertifikasi.   Yang dulu kemasannya biasa-biasa saja menjadi produk yang menarik karena kemasannya bagus dan bervariasi.   Mutu dan penampilan ditingkatkan untuk memperluas pasar  secara vertikal  karena menembus kalangan masyarakat konsumen ekonomi menengah dan tinggi,  secara horisontal karena tersebar kepada konsumen di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk Palm Sugar sebenarnya memiliki nilai lebih dibandingkan dengan gula dari tebu, gula dari pohon maple, dll.   Kelebihan yang melekat itu karena kandungan gizi Palm Sugar lebih lengkap.  Kelebihan  itu akan bertambah dengan citra organik yang terjaga dari proses budidaya pohonnya, penyadapannya sampai pada proses pengolahan dan pengemasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan-kelebihan di atas harus juga tercermin dari kemasan yang eksklusif, cantik, menarik yang mencitrakan produk yang memang mempunyai kelebihan dan keunggulan.  Dengan demikian sangat wajar jika akan dihargai dengan lebih mahal dibandingkan yang biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.   Diversifikasi produk&lt;br /&gt;Produk juga akan mengalami pengembangan disesuaikan dengan pangsa pasar dan proses pengolahannya.  Tentu karena sifat nira ini juga mudah mengalami perubahan kemis dan fisik karena adanya kandungan enzim yang masih aktif, maka dengan beragamnya keadaan petani anggota, dimungkinkan terjadinya mutu bahan nira yang beragam.  &lt;br /&gt;Nira beragam kualitasnya karena beberapa hal, antara lain :  &lt;br /&gt;- Masa sadap dan masa pemungutan,  &lt;br /&gt;- kualitas kebersihan wadah nira, &lt;br /&gt;- jauh dan lamanya pengangkutan, &lt;br /&gt;- ada atau tidak adanya proses pematian atau penonaktifan enzimatis (dengan pemanasan),  &lt;br /&gt;- kecepatan handling nira di pabrik,  dll.&lt;br /&gt;Maka nira digraging berdasarkan 2 hal, yaitu kadar gula dan pHnya, yaitu :&lt;br /&gt;- Mutu A, dengan kadar gula 12 % dan pH diatas 6.5&lt;br /&gt;- Mutu B, kadar gula 12 % dan pH antara 6 - 6,5&lt;br /&gt;- Mutu C, kadar gula 12 % dan pH dibawah 5,5 – 6&lt;br /&gt;- Mutu D, kadar gula 12 % dan pH dibawah 5,5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap penurunan dan kenaikan kadar gula, maka nilai pembeliar nira juga menyesuaikan, karena pada dasarnya yan dibeli adalah kadar gulanya.  Perlu juga dipahami bahwa dengan semakin besarnya kadar gula maka waktu mengolah juga semakin berkurang sehingga bahan bakar juga berkurang.  Sebaliknya jika kadar gula semakin kurang artinya kadar air semakin tinggi, maka proses pemasakan menjadi lebih lama dan bahan bakar juga bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dengan kadar pH.  Jika pHnya rendah berarti telah terjadi proses fermentasi, artinya sebagian gula sudah diubah menjadi alkohol atau cuka, sehingga kadar gulanya berkurang.  Selain itu kadar asam yang terbentuk dari proses fermentasi akan menyebabkan nira lama diolah menjadi gula, sehingga proses pemasakannya memerlukan bahan bakar lebih banyak dan mutu hasil gula menjadi menurun bahkan gula gagal dibentuk (kecuali gula cair).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nira yang terlalu asam akhirnya tidak bisa diolah menjadi gula dengan mutu yang standar, melainkan diolah menjadi gula cair, saguer (syrup asam), atau bahkan diolah menjadi bioethanol ataupun cuka.  Produk-produk ini mengantisipasi beragamnya mutu nira yang nanti mungkin akan diterima dari petani.  Tentu saja ini bukan produk utama yang dikehendaki, namun ini perlu diantisipasi agar jerih payah petani bisa tetap dihargai.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan yang menyebabkan beragamya kualitas nira ini sangat banyak, baik teknis maupun nonteknis,  baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, seperti :&lt;br /&gt;- Kebersihan wadah nira&lt;br /&gt;- Perubahan cuaca&lt;br /&gt;- Kebersihan pisau waktu penyayatan sadap&lt;br /&gt;- Lamanya masa pengangkutan nira&lt;br /&gt;- Tercampurnya nira dengan air hujan atau partikel lain di kebun&lt;br /&gt;- Adanya hewan yang masuk dalam nira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping diversifikasi produk terpaksa dilakukan karena mutu nira,  bisa juga diversifikasi produk memang disengaja karena berkembangnya pasar dan tuntutan konsumen.  Misalnya :&lt;br /&gt;- Gula serbuk (Brown Sugar)&lt;br /&gt;- Gula serbuk dengan aneka rasa dan flavour&lt;br /&gt;- Gula Cetak berbagai ukuran&lt;br /&gt;- Gula Cetak dengan aneka rasa dan flavour&lt;br /&gt;- Gula Cair berbagai ukuran kemasan dan grade (mutu)&lt;br /&gt;- Gula Cair dengan aneka rasa dan flavour&lt;br /&gt;- Saguer berbagai rasa dan flavour&lt;br /&gt;- Bioethanol dengan berbagai kandungan &lt;br /&gt;- Cuka dengan berbagai kandungan&lt;br /&gt;- Dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-7493791437485540953?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/7493791437485540953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/08/merancang-permintaan-gula-kelapa-semut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/7493791437485540953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/7493791437485540953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/08/merancang-permintaan-gula-kelapa-semut.html' title='MERANCANG PERMINTAAN GULA KELAPA SEMUT ORGANIK (COCONUT BROWN SUGAR ORGANIC) DARI PT BENING BIG TREE FARM BALI'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SntUmRa9LiI/AAAAAAAABTs/qA2qeeEJb7A/s72-c/Kebun-kelapa-%26-Pemanjatnya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-8867615100519579567</id><published>2009-04-18T22:15:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T22:29:22.061-07:00</updated><title type='text'>NASIB PENDERES NIRA &amp; PERAJIN GULA KELAPA DI BANYUMAS</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;NASIB PENDERES NIRA &amp;amp; PERAJIN GULA KELAPA DI BANYUMAS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;Jika Pasar (dibiarkan) Mengatur Dirinya Sendiri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh: Luthfi Makhasin (Dosen UNSOED, anggota Forum Lafadl)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 157px; height: 240px;" src="http://farm1.static.flickr.com/122/289425844_c12b6cd177_m.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Dalam novel Bekisar Merah, Tohari menggambarkan nasib malang yang dialami Rasus, seorang petani gula kelapa, menghadapi ulah para tengkulak. Mempertaruhkan maut menyadap nira dan bersimbah keringat mengolah nira menjadi gula, akhirnya toh dia hanya bisa pasrah menerima harga rendah yang ditawarkan seorang tengkulak di desanya, Pak Tirta. Tokoh Rasus dalam novel itu barangkali mewakili potret buram nasib 30-ribuan petani gula kelapa yang tersebar di sentra kerajinan gula kelapa Banyumas seperti Purwojati, Jatilawang, Wangon, Ajibarang, dan Cilongok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampungku, ujung utara ibukota kecamatan Cilongok, gula kelapa menjadi tumpuan hidup ratusan keluarga, terutama mereka yang tidak memiliki sawah. Sebagian besar dari mereka hanyalah buruh penderes, sebutan penyadap nira dan petani gula kelapa di Banyumas. Mereka menyadap nira dari pohon kelapa yang dimiliki tetangganya yang lebih kaya dengan imbalan beberapa kilo gula setiap hari pasaran. Sistem setoran gula seperti sewa ini disebut dengan mendreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya penderes menyetor setiap 35 hari sekali pada hari pasaran pon atau legi. Jumlah gula yang disetor tergantung kesepakatan, antara penderes dan pemilik pohon kelapa. Untuk setiap pohon yang dia sadap niranya, seorang penderes menyetor antara setengah sampai dua setengah kilo gula. Tapi itu tidak mutlak, karena tergantung kesuburan dan banyaknya nira yang bisa diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang tahu pasti mulai kapan aktivitas ekonomi ini berkembang. Konon, ketrampilan membuat gula kelapa ini sudah dikenal turun-temurun sejak masa Majapahit. Di kampungku ada juga cerita orang tua yang mengaitkan gula kelapa dengan Islam, karena pembuatan gula kelapa yang dipelopori para penyebar Islam mencegah pembuatan tuak dari nira seperti yang konon katanya lazim dilakukan pada masa lalu. Entahlah, tapi menurutku cerita yang mengaitkan gula dengan Islam ini terlalu mengada-ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 162px;" src="http://farm1.static.flickr.com/95/208727454_ebc338e2b2_m.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/p&gt;Seorang penderes menghabiskan 3-8 jam waktunya untuk memanjat 10-35 pohon kelapa, mengambil pongkor (bumbung bambu tempat nira), memotong manggar (bunga kelapa), dan mengikat pongkor pada manggar. Pekerjaan ini tidak mengenal hari libur karena terlambat beberapa jam saja, nira tidak lagi bisa diolah menjadi gula. Kalaupun dipaksakan dimasak, nira masam ini hanya akan menjadi gula gemblung (gila). Gula gemblung adalah sebutan larutan kental nira yang tidak bisa kering dan dicetak menjadi gula. Gula gemblung adalah musibah bagi para penderes karena harganya sangat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan gula berkualitas bagus, seorang penderes harus segera memasak nira yang disadapnya. Dulu mereka melakukannya dengan tungku besar dan kayu bakar. Sekarang mereka melakukannya diatas tungku khusus dengan serbuk kayu (gergajian) atau merang (kulit padi) yang dipadatkan. Gergajian dan merang sangat mudah didapatkan dari pabrik pemotongan kayu atau “rice mill” yang ada di kampungku atau kampung sebelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pon atau legi adalah saat yang ditunggu semua penderes. Inilah saat ketika mereka mendapatkan uang tunai dari penjualan gulanya. Bisa dipastikan pada hari pasaran ini, warung, pasar, dan kios di kampung kecilku ramai oleh para penderes dan keluarganya yang sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramai tidaknya hari pasaran di kampungku adalah pertanda paling mudah untuk mengetahui naik-turunnya harga gula. Di kalangan penderes, ukuran tinggi rendahnya harga gula biasanya disandingkan dengan harga beras. Harga gula dianggap naik kalo sekilo gula sebanding atau lebih tinggi dari harga sekilo beras. Sebaliknya, harga gula dianggap rendah kalo nilainya lebih kecil dari harga sekilo beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang juragan menjadi penghubung utama antara penderes dengan pasar di luar desa. Juragan gula ini uniknya bertempat tinggal di pemukiman pinggiran desa dan tersebar di empat penjuru angin. Mungkin ini ada hubungannya dengan tempat tinggal para penderes yang tersebar di pinggiran desa sebelah utara, selatan, barat dan timur. Di kampungku, ada istilah mapagi, yaitu menunggu dan menjemput bola para penderes yang sedang berjalan membawa gulanya setiap hari pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Karena hubungan sosial yang dekat, seorang penderes akan dibuat “rikuh” jika dia melewati rumah seorang juragan di dukuhnya tanpa memberikan gulanya kepadanya. Sangat jarang terjadi seorang penderes yang tinggal di selatan desa menjual gulanya ke juragan gula di utara desa, demikian juga sebaliknya. Tanggungan utang yang besar pada para juragan gula membuat posisi tawar penderes sangat lemah. Mereka biasanya hanya bisa menerima berapapun harga yang ditawarkan juragan langganannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 180px;" src="http://farm1.static.flickr.com/141/318660824_f1ed139dd2_m.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Juragan gula adalah tumpuan utama bagi para penderes untuk mendapatkan uang tunai atau barang kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak, rokok, gula pasir, ikan asin dll. Seorang juragan dengan modal besar biasanya hanya menyediakan uang tunai kepada penderes. Sedangkan mereka dengan modal yang lebih kecil biasanya menjalankan warung yang menyediakan kebutuhan sehari-hari penderes langganannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan keduanya bisa digambarkan dalam dua ekstrem, eksploitatif dan bisa juga saling menguntungkan. Eksploitatif karena juragan menjadi penentu satu-satunya dan mutlak harga dan kualitas gula yang dibawa penderes. Sangat jarang terjadi seorang penderes menerima penuh uang penjualan gulanya. Seorang penderes biasanya menerima penjualan gula setelah dikurangi bunga pinjaman yang dikenakan seorang juragan. Di sisi lain, hubungan ini juga bersifat saling menguntungkan karena seorang juragan adalah juga kreditor yang sangat gampang bagi penderes dalam situasi darurat seperti hajatan, sakit, dan lainnya. Bonafid tidaknya seorang juragan di mata penderes biasanya ditentukan oleh kemampuannya menyediakan pinjaman uang kapanpun seorang penderes membutuhkannya.&lt;br /&gt;Seorang juragan gula di kampung dengan modal lumayan menjual gulanya ke tengkulak besar Tionghoa di Purwokerto atau bahkan mungkin langsung ke tengkulak besar di Jakarta. Sedangkan seorang juragan dengan modal yang lebih kecil mengecerkan gulanya secara langsung ke pasar kabupaten sekitar Banyumas, seperti Tegal atau Brebes. Di Purwokerto, ada seorang juragan Tionghoa yang dianggap sebagai juragan gula terbesar di karesidenan Banyumas dengan omzet puluhan milyar setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari juragan besar di Purwokerto atau Jakarta ini, gula kelapa kemudian dipasarkan ke konsumen menengah ke atas. Sebagian masuk ke jaringan supermarket dan pasar modern, sebagian lain masuk ke pabrik makanan seperti Indofood atau Unilever. Industri makanan dalam negeri ini menggunakan gula kelapa utamanya untuk membuat kecap, kue dan makanan lainnya. Tapi ada juga yang masuk ke pasar ekspor seperti Jepang dan Australia. Beda dengan di Indonesia, Jepang konon menggunakan gula kelapa kristal dari Indonesia sebagai bahan baku campuran cat. Karena permintaan yang tinggi untuk ekspor ke Jepang, saat ini semakin banyak orang yang membuat gula kelapa kristal. Sementara untuk Australia, hampir semua ‘Asian Store’ menjual gula kelapa ‘made in Indonesia’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pertama mendapatkan gula kelapa kemasan 100 gram di sebuah Asian Store di Canberra, aku cukup kaget mendapati harganya yang $3,5. Itu artinya, sekilo gula kelapa disini dihargai sekitar 200 ribu perak. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala tidak percaya karena seorang penderes di kampungku sudah sangat bersyukur jika juragan membeli gulanya Rp 5000 per kilo. Itupun hanya 2-3 kali saja dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur pasar yang timpang seperti itu sudah berlangsung puluhan tahun. Pada 1970-an pernah ada usaha kolektif untuk memberantas sistem ijon yang lazim dilakukan para tengkulak/juragan. Ini dilakukan dengan mendirikan koperasi gula kelapa. Koperasi gula kelapa di Banyumas pernah memiliki aset yang lumayan besar seperti gedung kantor, gudang dan kendaraan. Tapi karena ketidakbecusan para pengelolanya, koperasi gula kelapa ini akhirnya bangkrut dengan meningggalkan aset-aset yang menjadi bancakan segelintir orang. Tidak heran kalo para penderes punya istilah sarkastis untuk koperasi, ‘kopras-kopres ora isi”, artinya kira-kira cuman bisa ngomong tak ada bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kepemimpinan Djoko Sudantoko (1988-1998), Pemda juga pernah mencoba melakukan intervensi langsung untuk memberantas sistem ijon dalam pemasaran gula kelapa. Caranya dengan mengalokasikan dana dari APBD untuk membeli gula dari para petani. Tapi karena perlawanan keras dari para juragan besar, usaha inipun akhirnya kandas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah produksi tidak kurang dari 44 ribu ton per tahun, gula kelapa adalah bisnis yang sangat menggiurkan. Juragan dengan modal besar menguasai jaringan pemasaran yang sangat luas dan sumber dana yang hampir tanpa batas untuk dikucurkan kepada para penderes. Dengan iming-iming uang tunai inilah para juragan mengikat penderes untuk menjual gulanya terus-menerus kepadanya, meski dengan harga rendah sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem internal dan kondisi struktural tidak bersahabat yang dialami para penderes seringkali memunculkan aksi-reaksi dalam bentuk perlawanan dan anti perlawanan antara penderes dengan para juragan. Seorang penderes kadang mengemplang utangnya kepada juragan jika dia merasa harga yang ditawarkan terlalu rendah. Umumnya ini dilakukan dengan menjual gulanya secara diam-diam kepada saingan juragan langganannya. Tidak jarang seorang penderes juga menambahi bahan lain ketika mencetak nira kental agar timbangan gulanya bertambah. Bahan lain ini bisa berupa bahan yang tidak berbahaya seperti dedak, singkong sampai yang berbahaya seperti kerikil, arang kayu, dan baterai bekas. Caranya, mereka memasukkan bahan-bahan ini ke tengah cetakan bambu yang kemudian dituangi cairan nira kental. Ketika nira mengering menjadi gula, sekilas tak terlihat kalau gula cetakan itu sebenarnya mengandung segala macam sampah seperti dedak, singkong, kerikil dan lainnya di dalamnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi ‘ulah nakal’ penderes yang rutin seperti ini, maka seorang juragan biasanya adalah tipe pedagang yang lihai berdiplomasi. Seorang juragan yang lihai umumnya tahu persis kondisi penderes langganannya, seperti berapa banyak pohon kelapa yang disadap, berapa kilo hasil niranya dalam satu pasaran, dan lainnya. Ini untuk memastikannya tidak salah melakukan penilaian terhadap kelayakan kredit (credit worthiness) penderes langganannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penderes yang biasanya hanya menyetor 10 kilo gula tapi tiba-tiba bisa menyetor 15 kilo di minggu berikutnya pastilah tidak akan lepas dari kecurigaan seorang juragan. Dia akan mengemukakan beribu alasan untuk menurunkan harga gula sang penderes hanya seharga 10 kilo seperti biasanya. Setelah si penderes pulang, diam-diam dia akan menuangkan air panas atau memotong gula yang dicurigainya. Gula yang telah dicampur dengan dedak atau singkong misalnya, akan segera mencair ketika dituang air panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini dia bisa menanggapi ‘kecurangan’ yang dilakukan penderes langganannya tanpa harus mempermalukannya secara langsung dan yang lebih penting, menjaga bisnisnya tetap jalan, menguntungkan dan menjaga loyalitas penderes langganannya agar tidak lari ke juragan saingannya. Tapi strategi pertama ini biasanya jarang dilakukan karena menurunkan harga terlalu rendah mengandung resiko larinya penderes ke juragan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya seorang juragan lebih memilih strategi lain untuk memenangkan reaksi perlawanannya terhadap penderes. Menolak pinjaman baru sebelum pinjaman lama lunas lebih sering ditempuh karena ini mengandung resiko lebih kecil untuk memunculkan ‘pembangkangan’ para penderes. Seorang juragan yang memiliki warung biasanya melakukan ‘trick’ tawar-menawar untuk menjaga loyalitas penderes. Dia akan menurunkan harga untuk barang utama yang dibutuhkan penderes tapi menaikkan harga untuk barang kebutuhan sekundernya. Misal seorang penderes yang sangat membutuhkan beras, dia akan sangat senang jika bisa mendapatkan sekilo beras dengan harga 50 atau 100 perak dari warung lain. Dia tidak sadar kalo diam-diam si juragan menaikkan harga sabun, gula, kopi atau rokok yang dibelinya untuk menutup harga beras yang diturunkan sebelumnya. Cara seperti ini biasanya sudah cukup untuk melambungkan reputasi si juragan di mata penderes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Perdagangan gula kelapa di Banyumas mewakili apa yang diistilahkan Polanyi dengan fenomena pasar yang mengatur dirinya sendiri (self-regulating market). Pasar yang mengatur dirinya sendiri ini sayangnya tidak dibarengi dengan perlindungan yang memadai bagi mereka yang berada di hierarki terbawah, yaitu penderes. Penderes tetap menjadi pihak yang paling ‘vulnerable’ terhadap tindakan pendisiplinan pasar. Berbeda dengan para juragan yang bisa mengalihkan resiko pendisiplinan pasar kepada penderes – dalam bentuk penurunan harga dll – , penderes harus menanggung sendiri resiko itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 161px;" src="http://farm1.static.flickr.com/141/347379650_6a633f2bd1_m.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Seperti juga nasib Rasus di novelnya Tohari, kalo ada penderes yang mengalami kecelakaan karena jatuh dari pohon kelapa yang dipanjatnya, mungkin ini akibat terlalu penat memikirkan kenapa manis gula yang mereka buat tidak semanis hidup mereka yang selalu saja melarat…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : http://lafadl.wordpress.com/2007/01/22/jika-pasar-dibiarkan-mengatur-dirinya-sendiri…/&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-8867615100519579567?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/8867615100519579567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/04/nasib-penderes-nira-perajin-gula-kelapa.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/8867615100519579567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/8867615100519579567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/04/nasib-penderes-nira-perajin-gula-kelapa.html' title='NASIB PENDERES NIRA &amp;amp; PERAJIN GULA KELAPA DI BANYUMAS'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm1.static.flickr.com/122/289425844_c12b6cd177_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-1692853694230677797</id><published>2009-04-07T14:35:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T15:36:03.394-07:00</updated><title type='text'>Foto-foto Memanjat Kelapa dan Siwalan</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Foto-foto Memanjat Kelapa dan Siwalan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;by Dian Kusumanto&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvLbjPFsXI/AAAAAAAABDA/x5juMmdxYhc/s1600-h/Penyadap-Pekerja-Keras.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 151px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvLbjPFsXI/AAAAAAAABDA/x5juMmdxYhc/s320/Penyadap-Pekerja-Keras.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322071058843808114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Perlengkapan pemanjatan dan pengambilan Nira Kelapa, pekerjaan yang resikonya amat tinggi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvLbWUf_1I/AAAAAAAABC4/LdJMZr-2lhU/s1600-h/Pedagang-dan-Penderes-Kelap.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvLbWUf_1I/AAAAAAAABC4/LdJMZr-2lhU/s320/Pedagang-dan-Penderes-Kelap.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322071055376842578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Para pemanjat berpose dulu dengan sang Juragan (Pak Beny) sebelum memanjat pohon kelapa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvLbctogWI/AAAAAAAABCw/rB8dZUvIlMQ/s1600-h/Panjat-kelapa-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvLbctogWI/AAAAAAAABCw/rB8dZUvIlMQ/s320/Panjat-kelapa-2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322071057092870498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Tinggi pohon kelapa ini sudah di atas 10 meter, bahkan ada yang sekitar 20 meter.  Setiap hari yaitu pagi dan sore rata-rata petani atau perajin gula kelapa ini memanjat 50-60 pohon.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvLbOgK-QI/AAAAAAAABCo/3eRVPyE4qqg/s1600-h/Panjat-kelapa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvLbOgK-QI/AAAAAAAABCo/3eRVPyE4qqg/s320/Panjat-kelapa.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322071053278312706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Pada saat turun dari atas pohon harus lebih hati-hati, justru resiko jatuh lebih besar karena selain ada beban tambahan yang harus dibawa, juga kalau turun biasanya agak cepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvLbHGTG8I/AAAAAAAABCg/qOOopm_lzZM/s1600-h/Nira-di-jerigen-diatas-moto.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvLbHGTG8I/AAAAAAAABCg/qOOopm_lzZM/s320/Nira-di-jerigen-diatas-moto.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322071051290745794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Pengangkutan Nira dari kebun ke tempat pemasakan Nira menjadi Gula dengan Sepeda Motor&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvKviLEElI/AAAAAAAABCY/Bf7aICJkuQk/s1600-h/Sepatu-Pemanjat-Kelapa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 278px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvKviLEElI/AAAAAAAABCY/Bf7aICJkuQk/s320/Sepatu-Pemanjat-Kelapa.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322070302644245074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Pemanjat ini menggunakan pembalut kaki berupa kain-kain agar kaki tidak sakit dan tidak licin.  Mestinya ada Sepatu khusus untuk memanjat pohon kelapa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvKvngcsLI/AAAAAAAABCQ/eheO98axH80/s1600-h/Membawa-Nira-Kelapa-hasil-S.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvKvngcsLI/AAAAAAAABCQ/eheO98axH80/s320/Membawa-Nira-Kelapa-hasil-S.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322070304076116146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Membawa hasil pemanjatan dari sadapan tandan bunga kelapa berupa Nira dalam jerigen dan timba plastik&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvKvoM2u5I/AAAAAAAABCI/Lo8amQhylV4/s1600-h/Memanggul-Nira-Kelapa-di-je.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvKvoM2u5I/AAAAAAAABCI/Lo8amQhylV4/s320/Memanggul-Nira-Kelapa-di-je.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322070304262372242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Memanggul jerigen 20-30 literan yang berisi Nira Kelapa&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvKvXr6roI/AAAAAAAABCA/2MbN1BjwHiI/s1600-h/kebun-kelapa-Pondok-Nongko.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvKvXr6roI/AAAAAAAABCA/2MbN1BjwHiI/s320/kebun-kelapa-Pondok-Nongko.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322070299829251714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Kebun Kelapa di Desa Pondok Nongko Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi ini rata-rata pohonnya sudah tua dan tingginya sudah sekitar 15-20 meter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvKvH822hI/AAAAAAAABB4/9M2X11D8c6w/s1600-h/Kebun-kelapa-%26-Pemanjatnya.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvKvH822hI/AAAAAAAABB4/9M2X11D8c6w/s320/Kebun-kelapa-%26-Pemanjatnya.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322070295605336594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Memanjat adalah pekerjaan harian.  Rata-rata pemanjat ini orangnya sehat-sehat, kekar dan kuat.  (Kalau sedang sakit kan nggak bisa manjat...)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvJn68eDUI/AAAAAAAABBw/70IWiAlXbwg/s1600-h/Ditanam-di-batas-petak-tega.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvJn68eDUI/AAAAAAAABBw/70IWiAlXbwg/s320/Ditanam-di-batas-petak-tega.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322069072343338306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Kalau ini pohon Siwalan atau pohon Lontar yang berjejer rapat, sehingga kanopi daun bisa saling ketemu&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvJndCrhWI/AAAAAAAABBo/0G2X1aEcl6Q/s1600-h/Jarak-tanam-4-meteran.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvJndCrhWI/AAAAAAAABBo/0G2X1aEcl6Q/s320/Jarak-tanam-4-meteran.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322069064316323170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Jarak antar pohon sekitar 4 meteran, biasa juga para pemanjat menyeberang dari pohon ke pohon melalui pelepah daunnya yang saling bertemu.  Pelepah daun cukup kuat menahan beban pemanjat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvJm0SjPUI/AAAAAAAABBg/wbyOHSCM0C4/s1600-h/Para-pejuang-Siwalan.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 307px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvJm0SjPUI/AAAAAAAABBg/wbyOHSCM0C4/s320/Para-pejuang-Siwalan.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322069053377035586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Para pemanjat pohon Siwalan dari Desa Boto, Kecamatan Semanding,  Kabupaten Tuban, Jawa Timur,  Indonesia.  Naah.. lengkap sudah alamatnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvJmVGWkDI/AAAAAAAABBY/trQwHoDjE14/s1600-h/Mengambil-bumbung-berisi-ni.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 219px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvJmVGWkDI/AAAAAAAABBY/trQwHoDjE14/s320/Mengambil-bumbung-berisi-ni.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322069045004374066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Pemanjat sedang beraksi di atas pelepah daun Siwalan yang cukup kuat dan kokoh.  Mereka banyak bekerja di udara di atas pohon kelapa, makanya mereka bisa disebut "pasukan Angkatan Udara".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvIPCJaNKI/AAAAAAAABBQ/4noTona4YBM/s1600-h/Legen-Pahit-dituang-dari-bu.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 246px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvIPCJaNKI/AAAAAAAABBQ/4noTona4YBM/s320/Legen-Pahit-dituang-dari-bu.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322067545268303010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Aktifitas di atas pohon Siwalan berpijak, duduk, berpegangan, bersandar, dll. dengan pelepah daunnya yang kokoh dan kuat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvIO3gDVJI/AAAAAAAABBI/gr6rQ1T6imo/s1600-h/Memanjat-Siwalan-Pagi-dan-s.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvIO3gDVJI/AAAAAAAABBI/gr6rQ1T6imo/s320/Memanjat-Siwalan-Pagi-dan-s.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322067542410482834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Pada saat memanjat mereka membawa wadah-wadah Nira yang terbuat dari bumbung bambu yang disebut dengan Bonjor&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvIOq-139I/AAAAAAAABBA/WSoqMxwuo74/s1600-h/Memanjat-Pohon-Siwalan.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvIOq-139I/AAAAAAAABBA/WSoqMxwuo74/s320/Memanjat-Pohon-Siwalan.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322067539049963474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Untuk memudahkan pemanjatan pada batang pohon Siwalan ditukak, sedikit dilubangi sekedar untuk tempat kaki berpijak saat memanjat&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvIOUrJVUI/AAAAAAAABA4/L0Ddfu_teWA/s1600-h/memanjat-harapan.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 177px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvIOUrJVUI/AAAAAAAABA4/L0Ddfu_teWA/s320/memanjat-harapan.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322067533061772610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Memajat pohon setiap pagi sekitar jam 6-8 pagi dan jam 5-6 sore.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvIOGfjHpI/AAAAAAAABAw/5fHFpZxiBsY/s1600-h/Dobel-bumbung-bila-untuk-Le.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 172px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvIOGfjHpI/AAAAAAAABAw/5fHFpZxiBsY/s320/Dobel-bumbung-bila-untuk-Le.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322067529255034514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Pada saat turun dari pohon biasanya pemanjat malah membawa beban cukup berat berupa bumbung-bumbung bambu yang sudah berisi nira.  Pada saat turun pohon begini biasanya resiko untuk terpeleset malah lebih tinggi.  Hati-hati ya Pak!! Makanya niatnya dipasang untuk beribadah dalam rangka menafkahi &amp;amp; menghidupi keluarga, biar kita nggak sia-sia. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-1692853694230677797?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/1692853694230677797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/04/foto-foto-memanjat-kelapa-dan-siwalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/1692853694230677797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/1692853694230677797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/04/foto-foto-memanjat-kelapa-dan-siwalan.html' title='Foto-foto Memanjat Kelapa dan Siwalan'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SdvLbjPFsXI/AAAAAAAABDA/x5juMmdxYhc/s72-c/Penyadap-Pekerja-Keras.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-2916665423399287716</id><published>2009-02-25T14:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T13:58:00.420-08:00</updated><title type='text'>Alat Memasak Gula Merah dari Drum Bekas</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Alat Memasak Gula Merah dari Drum Bekas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SaXF-wBtpoI/AAAAAAAAA3s/ODGqFRXtXac/s1600-h/Alat-Maple-Syrup14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 210px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SaXF-wBtpoI/AAAAAAAAA3s/ODGqFRXtXac/s320/Alat-Maple-Syrup14.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306865417760646786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diagram atau pola tungku berbahan kayu untuk memasak nira Pohon Maple di Kanada dan Amerika. Teknologi ini bisa diterapkan untuk memasalk Nira Aren agar lebih menghemat bahan bakar, hasil olah yang lebih berkualitas &amp;amp; beragam serta pekerjaan menjadi lebih ringan dan efesien.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SaXF-4WycNI/AAAAAAAAA3k/FLNA_o6WpGg/s1600-h/Alat-Maple-Syrup13.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 264px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SaXF-4WycNI/AAAAAAAAA3k/FLNA_o6WpGg/s320/Alat-Maple-Syrup13.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306865419996524754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Evaporator untuk mengolah nira Pohon Maple menjadi Sirup Maple (Maple Syrup) seperti ini harganya antara US$ 3000 sampai US$ 5000 atau sekitar Rp 30 juta sampai Rp 50 juta itu harga di Kanada dan Amerika. Kalau dikirim ke Indonesia harganya bisa mencapai dua kali lipatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SaXF-r2Z6iI/AAAAAAAAA3c/8TX1WsrDQ6o/s1600-h/Alat-Evaporator-DRUM-BEKAS.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SaXF-r2Z6iI/AAAAAAAAA3c/8TX1WsrDQ6o/s320/Alat-Evaporator-DRUM-BEKAS.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306865416639474210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alat Evaporator untuk memasak nira Kelapa menjadi Gula Merah/ Gula Kelapa. Tempat pembakaran terbuat dari Drum Bekas, sedang "Pan Evaporator" sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak mudah berkarat atau stainless steel atau alumunium yang cukup tebal. Dengan 4 buah drum ukuran 200 literan panjang alat sekitar 360 cm, panjang 'pan evaporator' sekitar 300 cm, tinggi sekitar 30 cm, maka volume nira yang bisa dimasak sekitar 200 liter sekali masak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-2916665423399287716?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/2916665423399287716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/02/alat-memasak-gula-merah-dari-drum-bekas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/2916665423399287716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/2916665423399287716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/02/alat-memasak-gula-merah-dari-drum-bekas.html' title='Alat Memasak Gula Merah dari Drum Bekas'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SaXF-wBtpoI/AAAAAAAAA3s/ODGqFRXtXac/s72-c/Alat-Maple-Syrup14.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2166413557194783241.post-1693060888762225324</id><published>2009-02-14T14:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T14:22:35.174-08:00</updated><title type='text'>PENERAPAN CORPORATE FARMING UNTUK PETANI PERAJIN GULA KELAPA RAKYAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SZdCasjHBkI/AAAAAAAAA2E/s11tIYVlzvo/s1600-h/Panjat-kelapa.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 176px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SZdCasjHBkI/AAAAAAAAA2E/s11tIYVlzvo/s320/Panjat-kelapa.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302780112654501442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;PENERAPAN CORPORATE FARMING UNTUK PETANI PERAJIN GULA KELAPA RAKYAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Oleh : Dian Kusumanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada tulisan terdahulu kita menganggap bahwa suatu keharusan atau wajib hukumnya untuk merevolusi atau merevitalisasi industry gula aren rakyat. Dengan perubahan-perubahan pola usaha ini diharapkan akan dinikmati oleh para perajin atau petani gula aren. Sebenarnya hal ini juga berlaku untuk industry rakyat di luar komoditi aren, misalnya industry rakyat gula kelapa ataupun gula siwalan atau lontar, yang selama ini keadaannya masih rentan terhadap perubahan iklim usaha dan persaingan usaha masa yang akan dating.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Merevolusi artinya melakukan perubahan dengan mendasar dan menyeluruh dalam waktu yang relative singkat. Merevitalisasi artinya membuat, mengkondisikan, merubah dari yang dulunya lemah dan rentan terhadap cuaca usaha menjadi kuat dan tahan terhadap segala keadaan. Perubahan-perubahan yang kita inginkan adalah perubahan yang menjadikan industry rakyat ini menjadi lebih efisien, lebih berdaya saing, mampu menembus pasar yang lebih luas, sehingga memperoleh nilai tambah bagi tingkat pendapatan dan kesejahteraan para pelaku usaha industry gula rakyat. Apa saja perubahan yang harus dilakukan agar tujuan perubahan itu tercapai ?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertama adala merubah pola invidual kearah corporate, artinya para perajin atau petani jangan sendiri-sendiri lagi dalam mengelola industry gula rakyat ini. Merubah budaya saling bersaing menjadi saling bekerja sama. Budaya saling bersaing dan saling menghancurkan ini memang sengaja diciptakan oleh oknum-oknum yang memanfaatka keadaan bagi kepentingannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk menyamakan persepsi diantara para perajin, kemudian bersepakat membentuk kelompok (korporasi) atau dalam bentuk koperasi, memerlukan keberanian, kecerdasan dan energy ekstra besar. Pemberian pemahaman tentang perlunya berkorporasi menjadi agenda yang secara konsisten harus dilakukan. Maka diperlukan ketokohan, kepeloporan dari salah satu atau beberapa orang di antara mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bila di suatu sentra ada sekitar 10 perajin, maka apabila dihitung dengan keluarganya sudah terkumpul sekitar lebih dari 20 orang. Dengan 20 orang kita sudah bisa membentuk Koperasi. Memang koperasi dibentuk dengan spirit untuk saling bekerja sama, saling bersatu menguatkan barisan, mengumpulkan modal untuk mengatasi masalah bersama dan mencapai tujuan bersama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Contohnya begini, pada saat penulis mampir ke Pondok Nongko Desa Sobo di Banyuwangi yang merupakan salah satu sentra perajin gula kelapa. Setiap perajin gula merangkap sekalian menjadi penderes atau penyadap, yang bekerja memanjat, memungut air nira sekaligus juga memasak nira menjadi gula. Kebanyakan para perajin adalah bukan pemilik pohon, perajin melakukan kerjasama dengan pemilik pohon dengan system bagi hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk kerja sama ini perajin berkewajiban untuk mengelola pohon kelapa untuk produksi gula. Setiap seorang perajin biasanya bisa menyadap pohon kelapa hingga mencapai 50 – 60 pohon kelapa , tergantung kesepakatan dengan pemilik pohon. Setiap perajin mempunyai suatu tungku sendiri untuk mengolah nira menjadi gula merah. Segala kebutuhan bahan bakar, tenaga untuk pengolahan gula, tenaga untuk memasarkan gula dan lain-lain dikelola secara sendiri-sendiri oleh petani atau perajin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Demikian juga yang terjadi pada perajin gula Aren rakyat di Bulukumba Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Setiap perajin gula adalah pemilik pohon aren itu sendiri. Setiap perajin rata-rata mengelola antara 4 sampai 10 pohon Aren dan satu tungku pemasakan gula aren. Pekerjaan ini biasanya juga melibatkan anggota keluarga yang lain. Keadaan pola usaha yang individual ini terjadi juga di daerah lain sentra-sentra produksi gula aren.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga perajin gula kelapa, petani sekaligus perajin gula aren juga melakukan usahanya secara sendiri-sendiri. Segala kesibukan mulai memanjat pohon, memungut nira, memelihara sadapan dan pohon aren sampai kepada mengolah nira menjadi gula, mencari kayu bakar untuk tungku pemasakan bahkan melakukan pengemasan dan pemasaran produk gula aren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Untuk menuju efisiensi usaha gula aren rakyat, usaha gula kelapa rakyat dan usaha gula berasal dari pohon lontar (gula lontar atau gula siwalan), maka kita harus meninggalkan pola usaha individual dengan skala yang kecil-kecil. Para perajin harus bersatu, saling bekerja sama, menerapkan pola korporasi, menggunakan alat pengolahan dengan teknologi yang memadai. Para perajin harus mengikis kepentingan-kepentingan individual yang saling merugikan, namun sebaliknya harus saling bersatu guna mengatasi problema atau kendala-kendala yang mungkin saja timbul dalam usaha gula rakyat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meraih keuntungan-keuntungan berkoporasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dengan berkoporasi banyak hal keuntungan nilai tambah yang dapat diperoleh. Nilai tambah dan keuntungan yang dapat diperoleh antara lain adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kapasitas alat pengolahan menjadi lebih besar lebih modern, karena memang didesign mampu menampung dan mengelola produksi dari para anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Efesiensi bahan bakar, karena menggunakan tungku atau alat yang hemat energy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Efesiensi tenaga kerja pemasak gula, petani atau perajin mempunyai waktu luang lebih banyak untuk kepentingan-kepentingan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mutu produk dapat dengan mudah ditingkatkan, karena tempat dan kondisi pengolahan diciptakan sedemikian rupa sehingga tingkat hieginitas, pengontrolan mutu gula bisa diatur dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Variasi produk dengan ciri khas kemasan lebih bagus, tidak saja berbentuk gula cetak, tapi sudah bervariasi dengan gula serbuk atau gula cair (gula syrup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bisa membentuk badan usaha koperasi atau yang lain, karena yang terlibat ada sekitar 20 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ada peluang lebih besar untuk mengakses bantuan modal dari Bank atau sumber financial lainnya. Bank lebih percaya pada usaha yang berbentuk badan usaha dari pada perorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ada peluang untuk memperoleh perhatian dan kerjasama dari pemerintah atau lembaga-lembaga yang lain. Apalagi setelah korporasi ini berjalan dengan baik dan mampu member nilai lebih kepada para anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dengan perbaikan alat dan tungku pengolahan gula, usaha gula rakyat berpeluang menghasilkan produk tambahan berupa arang dan asap cair, yang nilai penjualannya bisa melebihi produk gula itu sendiri. Alat dan model tungku bisa didesign sendiri dibuat sendiri atau bekerja sama dengan bengkel setempat menggunakan contoh-contoh teknologi tungku yang ada. Asap cair banyak dibutuhkan untuk pengawetan produk-produk pertanian, perkebunan, perikanan dan makanan olahan. Asap cair juga diperlukan untuk para petani untuk pengganti pestisida kimia yang membahayakan kesehatan, untuk para petani ikan untuk membasmi penyakit ikan di kolam, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh 1 : Koperasi Gula Kelapa rakyat (saran untuk petani perajin gula kelapa di Pondok Nongko Banyuwangi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korporasi itu mungkin saja berbentuk koperasi Gula Rakyat, yang dibentuk atas dasar kemauan anggota yang mungkin saja terdiri dari 10 orang perajin atau penyadap, 5-10 orang pembantu perajin atau penyadap dan 5-10 orang pemilik pohon. Dengan minimal 20 orang anggota bisa dibentuk sebuah koperasi perajin gula rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kelapa yang dikelola untuk gula sekitar 500 pohon (50 pohon/penyadap x 10 penyadap), dengan produksi nira sekitar 1.500 liter per hari (500 pohon x 3 liter/hari). Maka koperasi ini akan memproduksi gula kelapa sekitar 300 kg/hari ( 1.500 liter/hari : 5 liter/kg gula), dengan harga gula kelapa Rp 5.000 /kg maka pendapatan kotor koperasi yang berasal dari penjualan gula adalah Rp 1,5 juta per hari atau Rp 45 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tungku dan alat pengolahan gula sudah diperbaiki agar memungkinkan penghematan bahan bakar berupa kayu, sekam atau limbah gergajian, dll. Biasanya setiap perajin memerlukan kayu bakar sekitar 1 truk untuk memasak selama 10 hari, berarti kalau 10 perajin diperlukan 1 truk kayu bakar per hari. Korporasi yang mengelola hasil nira dari 10 perajin ini, dengan alat dan tungku hemat energy ini hany memerlukan sekitar 50 % bahan bakar yaitu 1 truk untuk sekitar 2 hari. Kalau 1 truk beratnya sekitar 2-3 ton, maka setiap hari hanya separuhnya, yaitu sekitar 1 sampai 1,5 ton kayu bakar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga kayu bakar berupa kayu limbah gergajian ini di tingkat perajin gula kelapa di Banyuwangi seharga Rp 375.000 per truk. Kalau penghematan bisa mencapai 50 % saja berarti ada penghematan sekitar Rp 187.500 per hari atau senilai Rp 5.625.000 per bulan, atau Rp 67.500.000 dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghematan tenaga kerja perajin yang dulunya diperlukan 10 orang atau lebih dalam mengelola gula secara individual, menjadi atau cukup dengan 2-3 orang saja. Berarti bisa dihemat tenaga sekitar 7-8 orang. Nilai penghematan itu sekitar Rp 200.000 per hari, atau Rp 6 juta/ bulan atau 72 juta per tahun. Jadi dari bahan bakar dan tenaga olah gula bisa dihemat sekitar Rp 140 juta per tahun. Kalau anggota koperasi ada 20 orang berarti pendapatan tambahan dari penghematan bahan bakar dan tenaga olah saja sekitar Rp 7 juta / tahun / anggota. Lumayan bukan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi bila tungku diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk selain memasak gula, juga menghasilkan arang (kayu, sekam, dll.) dan asap cair. Misalnya diasumsikan 1 kg arang dapat dibuat dari 4 kg kayu, dan 1 liter asap cair dapat dihasilkan dari 5 kg kayu, kalau setiap hari menghabiskan 1 ton kayu maka akan dihasilkan arang sekitar 250 kg dan asap cair sekitar 200 liter. Ini asumsi yang masih sangat kasar, angkanya bisa dikoreksi, bisa berkurang atau bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk samping yang dulu tidak kita pikirkan sekarang menjadi sumber pendapatan samping baru. Lalu berapa penghasilan tambahan dari arang dan asap cair ini ? Yang kita tahu sekarang ini adalah harga asap cair yang dibuat dari batok atau tempurung kelapa senilai antara Rp 7.000 – Rp 20.000 per liter, katakanlah Rp 10.000 per liter, maka nilai asap cair 200 liter itu adalah Rp 2 juta per hari. Kalau arang bisa dijual dengan harga Rp 1000 per kg, maka dari arang mendapat tambahan Rp 250.000 per hari. Berarti dari arang dan asap cair ada penghasilan sekitar Rp 2.250.000 per hari, atau Rp 67,5 juta per bulan, atau Rp 810 juta per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai tambahan penghasilan dari produk arang dan asap cair ini memang sangat fantastic, maka sayang kalau tidak dimanfaatkan. Kalau dibagi kepada 20 orang anggotanya, maka rata-rata per orang akan mendapatkan tambahan penghasilan sebesar Rp 40,5 juta per tahun. Dengan penghematan bahan bakar dan tenaga tadi, maka dengan menerapkan pola korporasi ini ada peluang peningkatan pendapatan sekitar Rp 47,5 juta per tahun per anggota korporasi. Nilai yang fantastic!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2166413557194783241-1693060888762225324?l=kebun-kelapa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/feeds/1693060888762225324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/02/penerapan-corporate-farming-untuk.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/1693060888762225324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2166413557194783241/posts/default/1693060888762225324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebun-kelapa.blogspot.com/2009/02/penerapan-corporate-farming-untuk.html' title='PENERAPAN CORPORATE FARMING UNTUK PETANI PERAJIN GULA KELAPA RAKYAT'/><author><name>kebun aren</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/TFCm0ZVnIsI/AAAAAAAAB5k/PcRwupr-zdE/s1600-R/n1620741470_3636.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vt4Q5s4ZQjw/SZdCasjHBkI/AAAAAAAAA2E/s11tIYVlzvo/s72-c/Panjat-kelapa.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
